Mata-Mata Biru

Marsilea Alida
Chapter #41

2026

Aku mengikuti aktivitas Gara dari awal tahun 2026 dengan bekerja sebagai supir katering yang menangani konsumsi karyawan di kantor Naratama Production. Namun, pada akhirnya menguntit Gara juga tidak memberikanku apa-apa, dan aku memutuskan untuk menjadikan Reina tumpuan terakhir dalam pencarian ini. 

Awalnya, saat menghubungi Reina, aku memasukkan seluruh anggota keluarga Naratama sebagai pelaku. Tanpa terkecuali Gara. Tetapi, sepertinya Reina tidak akan percaya jika aku menempatkan Gara yang notabene adalah tunangannya sebagai pelaku. Oleh karena itu, setelah ia memberikan balasan ketus di surelnya, aku menghapus Gara sebagai pelaku. 

Aku merasa rencanaku akhirnya berhasil setelah Reina memutuskan untuk menceritakan kejanggalan yang terjadi di rumah keluarga Naratama. Dia membawa cerita mengenai keberadaan ‘orang lain’ di rumah itu, yang Reina duga sebagai Evan. Aku tidak langsung membalas pesannya, karena intuisiku berkata bahwa orang itu bukan Evan. Setelah berkutat sendirian di Kota T, akupun memutuskan berangkat ke Kota S untuk mendiskusikan dilemaku pada Ayah, sekaligus menyusul Reina, karena aku khawatir sesuatu terjadi padanya. Aku tidak bisa bertindak begitu saja, Ayah selalu memperingatiku untuk berpikir sebelum mengambil langkah ekstrem.

“Aku yakin orang itu bukan Evan. Sudah hampir 15 tahun berlalu, tidak mungkin dia tidak pernah berusaha kabur dari sana. Lagipula Reina mengatakan bahwa sosok itu memakai pakaian hitam dan wajahnya tertutup, bukankah aneh? Kalau dia minta diselamatkan, seharusnya dia tidak bersembunyi.”

Ayah bersedekap di sofa, matanya menatap jauh ke depan, seolah sedang mencari sesuatu. “Bisa kau jelaskan lagi bagaimana sosok itu?”

“Sekujur tubuhnya ditutup kain hitam, setiap kali muncul, dia membawa suara gemerincing yang Reina duga sebagai rantai yang menahannya dan tertambat di dalam ruang bawah tanah. Dia juga hanya keluar masuk lewat lemari-lemari tua di bangunan depan.” 

“Kain hitam, suara gemerincing, akses bebas di ruang bawah tanah,” ulang Ayah. Dia kemudian menghela napas berat, sangat berat, lalu menatapku. “Sabda, kita harus menyelidiki sesuatu lebih dulu sebelum kita bertindak.”

“Apalagi yang perlu kita selidiki?”

“Masih ada satu orang lagi yang tidak pernah kau selidiki.”

“Siapa?”

“Santika Naratama.”

“Ya, kita tahu dia ada di malam Evan menghilang. Tapi, alibinya dan Alia adalah alibi yang paling kuat, tidak ada alasan untuk mengulik Santika, terutama karena dia sudah lama meninggal. Kita tidak bisa menyelidiki alibinya lagi.”

“Apa kau tau kapan dia meninggal?”

“Seingatku, tahun 2012?”

Lihat selengkapnya