Mata-Mata Biru

Marsilea Alida
Chapter #11

Hari-H | Cemerlang

Cemerlang. Itu satu kata yang terlintas dalam benakku, ketika menyusuri area paling belakang di rumah keluarga Naratama. Sama seperti teras tengah, area belakang ini punya nuansa semi modern dengan dominasi perabotan yang terbuat dari kayu. Area ini menyatukan banyak ruangan, sekaligus. 

Di tengah, ada ruang makan dengan meja makan besar yang muat untuk delapan orang. Di sebelah kiri, ada ruang keluarga, dan sebelah kanannya dapur dan ruang cuci. Di belakang ada pintu kaca geser lagi yang mengarah ke teras. Berbeda dengan bangunan depan, tempat ini terasa hangat, mungkin karena area ini adalah area paling ramai di rumah ini. 

Kuhampiri Tante Mutia yang sedang menata meja makan. “Tante, maaf, aku tidak membantumu, pasti lelah menyiapkan semua ini.”

“Kau tamu di sini, sayang. Duduklah, Tante sudah buatkan banyak makanan yang mungkin akan kau suka.”

Tante Mutia memasak sangat banyak. Aku melihat ayam serundeng, capcay, kari daging, acar tomat, sambal goreng tempe dan terong, telah tertata rapi di atas meja makan. Lauk sebanyak ini tidak pernah aku temui di meja makanku. Bahkan Ibu tidak pernah memasakkan satu saja hidangan yang aku suka. Sejak kematian Ranti, dia berhenti memasak dan aku harus belajar untuk membuatkan diriku sendiri makanan. 

Entah kapan terakhir kali aku duduk di ruang makan bersama satu keluarga lengkap. Mungkin sudah belasan tahun berlalu. Aku mengambil tempat di kursi sebelah kanan, di sampingku, ada Gara, kemudian Kak Alia. Om Arya duduk di kursi tengah, sedangkan di sebelah kiri Om Arya, tempat Tante Mutia dan Kak Dipa duduk.

Tante Mutia memberikanku banyak sekali nasi. Tanpa sempat aku sadari, sudah ada tumpukan lauk pauk di atas piringku. Itu membuatku sadar bahwa aku merasa lapar. 

“Ahh! Ini yang aku tunggu sejak berangkat, makanan enak buatan Ibu!” ujar Gara. Matanya berbinar memandangi isi piringnya. Tangan Gara lantas meraup sebanyak mungkin makanan yang bisa masuk ke dalam mulutnya.

“Lihat dia, Bu, seperti orang yang belum makan dari tahun lalu,” adu Kak Dipa.

Lihat selengkapnya