MATAHARI TENGAH HARI

Oleh: Prasetya

Blurb

Tahun 1985.

Damar Jati meninggalkan desa yang membesarkannya dan melangkah ke Malang, kota yang menjanjikan masa depan sekaligus menyimpan banyak jebakan. Berbekal tekad, beberapa lembar uang pas-pasan, dan buku tua warisan Mbah Sastro, ia memulai perjalanan sebagai mahasiswa yang harus bertahan hidup di tengah kerasnya kehidupan kota.

Di kampus, Damar berkenalan dengan dunia yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya: perdebatan ideologi, organisasi mahasiswa, persahabatan, ambisi, dan cinta. Namun semakin jauh ia melangkah, semakin sering ia teringat pesan kakeknya: manusia tidak hancur karena kemiskinan, melainkan ketika lupa pada dirinya sendiri.

Ketika karier mulai terbuka dan kesempatan demi kesempatan datang, Damar dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak selalu hitam dan putih. Uang, jabatan, dan kekuasaan menawarkan jalan pintas yang menggoda. Di saat yang sama, Indonesia bergerak menuju salah satu masa paling bergolak dalam sejarahnya.

Krisis moneter 1997 dan gelombang Reformasi 1998 mengubah kehidupan jutaan orang, termasuk Damar. Di tengah runtuhnya kepastian lama dan lahirnya harapan baru, ia harus menentukan: tetap memegang prinsip yang diwariskan Mbah Sastro, atau ikut hanyut dalam arus zaman.

Matahari Tengah Hari adalah kisah tentang mimpi, cinta, idealisme, dan harga yang harus dibayar untuk tetap setia pada hati nurani.

Lihat selengkapnya