Maukah Kamu Duduk di Sebelahku?

Hari Prasetyo
Chapter #2

Bab 2- Awal Kesalahpahaman

"Ayo, Ras, berangkat."


Laras seperti memeriksaku dari kepala sampai kaki. "Jam segini, Er? Kamu mau menyukseskan ... Eh, program wajib belajar sembilan tahun itu, ya?"


"Apa hubungannya berangkat pagi sama wajib belajar? Ras ... Ras..."


"Itu yang aku baca di spanduk-spanduk."


"Apa-apa kamu baca. Kertas bungkus tempe aja kamu baca."


"Ya, sana berangkat duluan. Aku belum selesai nyiram tanamannya."


"Kayaknya bungamu yang mandi lebih dulu."

Laras mengarahkan selang airnya ke sepedaku.


Kabur!

***

Sepedaku kukayuh kencang.

Sawah dan jalan aspal terlewat begitu saja.


Di sudut mataku, semuanya memanjang dan kabur. Deretan sepeda di parkiran menyatu jadi satu garis warna.


Cuma satu yang tetap jelas: lab komputer di ujung.

Yes, habis ini praktik TIK.

***

"Perhatian anak-anak! Tutup dulu game-nya!" gertak Pak Suwandi.


"Baik, Pak."


Aku lihat sekeliling. Andre sepertinya tidak berangkat. Lah, biarkan saja. Apa urusanku.


"Hari ini kita masuk materi Microsoft Excel 2003. Buka aplikasi yang gambarnya huruf X warna hijau itu. Kita belajar mengolah data angka dan membuat laporan keuangan sederhana pakai rumus!"


Di papan, Pak Guru menulis daftar pengeluaran: Bahan, Perlengkapan, Transportasi, Upah, Izin, Bensin.


Oh, sekarang Excel. Seperti game yang level-nya naik. Dari Word ke angka-angka begini. Seru, tapi belum apa-apa sudah mabuk angka rasanya.


Oke, ayo kita kerjakan!

Task pane di kanan kututup dulu.

Ini kotak-kotaknya mirip papan catur.

Kuketik rumusnya. Salah, hapus, ulang lagi.

Kok tetap salah, ya? Oh, mungkin lupa pakai tanda (=).

Kuulang. Kali ini kuketik =SUM(C3:C4). Angkanya langsung muncul: 15.000

Hasilnya pas.

Yes.


"Er, gimana caranya?" tanya Yuda.


"Ketik 'sama dengan' dulu, Yud. Terus SUM, kurung buka, klik-drag sel yang mau dijumlah, terus tutup kurung."


"Oke, sip."


"Er, sini sebentar." Silvi memanggil. Aku jalan ke depan.


"Ini kok enggak mau jalan ya?"

Silvi menyeret mouse ke kiri, ke kanan, ke kiri lagi. Pointer-nya tetap di pojok.

Lihat selengkapnya