Setelah berjalan jalan ke banyak tempat, Maya mencoba untuk terbang melihat rumah sakit. Ia penasaran, bagaimana kah manusia dalam mencoba menawar nyawa bersama malaikat.
Ia melihat seorang ibu terkapar lemas di rumah sakit bersama seorang anak laki lakinya.
Anak laki lakinya terlihat begitu siaga dan perhatian mengurus segala keperluan ibunya.
Tak lama pun anak anak yang lain bergegas berdatangan silih berganti.
Namun Maya saat itu hanya bisa melihat dari kejauhan sekali karena ia tidak bisa masuk dan mendekat ke rumah sakit itu.
Ia duduk dan mengamati dari sebuah bunga bougenville, duduk di sana dan menatap jendela untuk mengamati mereka.
Orang pertama datang, seorang perempuan muda yang sedang memakai almet kuliahnya. Sang kakak terlihat memeluk menenangkan.
Tapi anehnya sang perempuan itu hanya menangis di pelukan kakak laki lakinya dan melihat ibunya dari jauh, tidak masuk ke kamar. Lalu pergi bersalaman dengan kakaknya yang menjaga ibunya itu.
Tak lama kemudian seorang perempuan yang menggendong anaknya yang masih bayi datang juga. Sama halnya namun tidak sehisteris perempuan muda yang memakai almamater tadi. Perempuan ini nampak berkaca kaca dan melihat lama sang ibu dari balik kaca.
"Hmm aku rasa ini masih jam besuk? Kenapa mereka tidak masuk ya?" Pikir Maya.