Gedung Hayes Group sudah mulai dipenuhi para karyawan yang datang silih berganti.
Madeleine berhenti beberapa langkah di depan lobi utama.
Ia mendongak menatap logo besar Hayes Group yang terpasang megah di dinding lobi.
Tanpa sadar, jemarinya mengepal pelan.
"Ternyata... aku benar-benar akan bekerja di sini."
Kalimat berikutnya yang sempat terlintas di benaknya justru membuat dadanya terasa sesak.
"Dan... bekerja di bawah Efren."
Ia mengembuskan napas pelan, berusaha menenangkan dirinya sendiri.
"Bukan."
"Aku datang ke sini untuk bekerja."
"Bukan untuk mengingat masa lalu."
Setelah memastikan ekspresinya kembali tenang, Madeleine melangkah masuk.
Pintu kaca otomatis terbuka.
Suasana di dalam lobi tampak sibuk, tetapi tetap tertata. Beberapa karyawan berjalan terburu-buru menuju lift, sementara sebagian lainnya berbincang singkat sebelum memulai aktivitas.
Begitu Madeleine menghampiri meja resepsionis, seorang petugas langsung menyambutnya dengan senyum profesional.
"Good morning. May I help you?"
"Good morning," balas Madeleine sopan. "Nama saya Madeleine Rose. Hari ini adalah hari pertama saya bekerja. Saya diminta melapor ke Human Resources Division pukul delapan."
Resepsionis segera memeriksa data melalui komputernya.
Beberapa detik kemudian, senyumnya kembali mengembang.
"Yes, Miss Madeleine. Welcome to Hayes Group."
"Terima kasih."
"HR sudah menginformasikan kedatangan Anda. Silakan gunakan visitor pass ini terlebih dahulu."
Wanita itu menyerahkan sebuah kartu akses sementara.
"Nanti setelah proses administrasi selesai, employee ID permanen Anda akan diberikan."
Madeleine menerimanya dengan kedua tangan.
"Baik. Terima kasih."
"Human Resources Division berada di lantai delapan. Lift ada di sebelah kanan."
"Silakan."
Madeleine mengangguk kecil.
"Terima kasih."
Ia berbalik menuju deretan lift.
Pintu lift terbuka tepat saat ia tiba.
Beberapa karyawan di dalam langsung memberi ruang.
Madeleine masuk sambil menggenggam map berisi dokumen yang diminta HR.
Saat pintu lift kembali menutup, pantulan wajahnya terlihat samar di permukaan pintu stainless steel.
Ia menarik napas panjang.
"Hari pertama."
"Jangan melakukan kesalahan sekecil apa pun."
Lift mulai bergerak naik.
Setiap lantai yang dilewati membuat jantung Madeleine berdetak sedikit lebih cepat.
Beberapa menit lagi...
Statusnya bukan lagi seorang pelamar kerja.
Melainkan...
Resmi menjadi salah satu karyawan Hayes Group.
Lift berhenti tepat di lantai delapan.
Ting.
Pintu perlahan terbuka.
Madeleine melangkah keluar sambil melihat papan petunjuk yang terpasang di dinding.
Human Resources Division.
Ia mengikuti arah tersebut hingga tiba di area resepsionis HR.
Di balik meja, seorang staf perempuan langsung berdiri menyambutnya.
"Good morning."
"Good morning," balas Madeleine sambil tersenyum sopan. "Saya Madeleine Rose. Hari ini saya dijadwalkan untuk melapor."
Staf itu mengangguk seolah sudah menunggunya.
"Selamat datang, Miss Madeleine."
"Izinkan saya mengecek data Anda sebentar."
Jemarinya bergerak lincah di atas keyboard.
Tak lama kemudian, ia kembali menatap Madeleine.
"Baik, data Anda sudah sesuai."
"Hari ini kita akan menyelesaikan administrasi kepegawaian, penandatanganan kontrak kerja, penyerahan employee ID, kemudian dilanjutkan dengan orientasi singkat sebelum Anda ditempatkan di divisi."
"Silakan mengikuti saya."
Madeleine mengangguk.
"Baik."
Ia mengikuti langkah staf tersebut menuju sebuah ruang administrasi yang tidak terlalu besar.
Di atas meja sudah tersusun beberapa berkas dengan namanya tercetak rapi di setiap halaman.
"Silakan duduk."
Madeleine duduk perlahan.
Staf HR mulai menjelaskan satu per satu isi dokumen yang harus ditandatangani.
Kontrak kerja.
Perjanjian kerahasiaan perusahaan.
Kode etik karyawan.
Serta beberapa formulir administrasi lainnya.
Madeleine membacanya dengan teliti sebelum membubuhkan tanda tangan.
Sesekali staf HR memperhatikan cara Madeleine memeriksa setiap halaman.
"Anda cukup detail."
Madeleine tersenyum kecil.
"Maaf kalau agak lama. Saya memang terbiasa membaca semuanya terlebih dahulu."
"Tidak apa-apa."
"Justru kami menghargai itu."
Hampir tiga puluh menit kemudian, seluruh proses administrasi akhirnya selesai.
Staf HR kemudian membuka sebuah kotak kecil dan mengeluarkan kartu identitas karyawan yang masih baru.
"Ini employee ID Anda."
Madeleine menerimanya dengan hati-hati.
Di sana tertera foto yang baru saja diambil beberapa menit lalu.
Di bawahnya tertulis:
Madeleine Rose
Corporate Strategy Division
Corporate Strategy Staff
Tatapannya berhenti beberapa saat pada nama divisinya.
Corporate Strategy.
Divisi yang berada langsung di bawah jajaran direksi.
"Selanjutnya," ujar staf HR, "saya akan mengantar Anda ke divisi."
"Baik."
Madeleine segera berdiri.
Mereka kembali menuju lift.
Kali ini, staf HR menekan tombol menuju lantai paling atas yang digunakan sebagai area kantor manajemen dan Corporate Strategy Division.
Selama lift bergerak naik, staf HR mulai menjelaskan.
"Corporate Strategy merupakan salah satu divisi yang cukup strategis di Hayes Group."
"Divisi ini mengolah berbagai laporan dari unit-unit bisnis sebelum diteruskan kepada jajaran direksi."
Madeleine mendengarkan dengan saksama.
"Sebagai staf baru, Anda tidak akan langsung menangani pekerjaan besar."
"Beberapa minggu pertama akan digunakan untuk mempelajari sistem kerja, alur dokumen, serta standar perusahaan."
"Baik."
"Dan jangan khawatir."
"Division Manager Anda cukup baik membimbing karyawan baru."
Madeleine mengangguk pelan.
"Itu melegakan."
Beberapa saat kemudian...
Ting.