Maybe, It"s Still You

ravella han
Chapter #16

16. Pacar President Director.

"Chelsea?"


Nada suaranya terdengar jelas terkejut.


Di ambang pintu, Chelsea berdiri sambil tersenyum tipis.


"Aku lagi ada urusan di sekitar sini."


"Jadi kupikir sekalian mampir."


"Aku gak ganggu, kan?"


Madeleine refleks menoleh ke arah pintu.


Pandangannya bertemu dengan seorang perempuan yang berpenampilan elegan.


Ia tentu mengingat wajahnya. "Itu kan... pacarnya Efren?"


Madeleine kemudian segera berdiri dari duduknya.


"Maaf, Sir..."


"Mungkin saya sebaiknya kembali dulu."


Di sisi lain...


Chelsea baru menyadari ada orang lain di dalam ruangan.


Tatapannya berpindah kepada Madeleine.


Beberapa detik dan alisnya sedikit berkerut.


Madeleine ikut membalas tatapan itu dengan sopan.


Perempuan yang pernah ia temui di pemakaman kedua orang tua Efren setahun yang lalu.


Sesaat kemudian, mata Chelsea sedikit membulat.


"Oh..."


"Sekarang aku ingat."


Ia tersenyum ramah.


"Kita pernah bertemu, ya?"


Madeleine mengangguk kecil.


"Iya."


Chelsea tersenyum hangat, lalu kembali seperti mengingat sesuatu.


"Waktu itu Efren bilang... kalau kamu teman SMA-nya."


Ia melirik sekilas ke arah pria tersebut.


Madeleine sempat terdiam sepersekian detik, namun akhirnya ia mengangguk pelan.


"Iya. Itu benar."


Chelsea tersenyum tanpa sedikit pun menunjukkan raut curiga.


"Senang bertemu lagi. Selamat bergabung di Hayes Group."


"Terima kasih."


Madeleine membalas dengan senyum sopan.


Kemudian ia kembali menoleh kepada Efren.


"Maaf, Sir."


"Kalau sudah tidak ada lagi yang perlu dijelaskan, saya izin kembali ke divisi."


Efren yang sejak tadi hanya memperhatikan percakapan akhirnya mengangguk.


"Baik."


"Silakan kembali."


"Terima kasih atas waktunya, Sir."


Madeleine sedikit membungkukkan badan.


"Permisi."


Ia melangkah keluar dengan tenang.


Pintu perlahan tertutup di belakangnya.


Klik.


Ruangan kembali hening.


Efren baru mengembuskan napas pelan yang sejak tadi tanpa sadar ia tahan.


Chelsea memperhatikannya sambil tersenyum tipis.


"Boleh aku duduk?"


Efren mengangguk.


"Tentu."


Chelsea menarik kursi di depan meja kerja Efren lalu duduk santai.


Sementara Efren ikut kembali duduk di kursinya.


"Aku benar-benar gak nyangka kamu datang."


Chelsea terkekeh pelan.


"Kenapa?"


"Gak boleh?"


"Boleh."


"Cuma biasanya kamu selalu kasih kabar dulu."


Chelsea mengangguk kecil. "Iya sih. Tapi tadi aku selesai meeting lebih cepat. Ada galeri partner yang lokasinya gak jauh dari sini. Jadi aku pikir... sekalian mampir." Ia mengangkat kedua bahunya santai. "Lagipula udah beberapa hari kita cuma ketemu pas malam."


Efren tersenyum tipis. "Itu juga benar."


Chelsea melirik pintu yang baru saja ditutup Madeleine. "Itu ternyata teman SMA kamu yang waktu aku, kamu, sama Nadien ketemu di pemakaman ya."


"Iya."


"Dia sekarang kerja di sini?"


"Iya. Mulai hari ini."


Chelsea mengangguk pelan, lalu tampak berpikir. "Yang beberapa hari lalu kamu bilang Hayes baru aja nerima lamaran?"


Efren terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Iya, itu dia."

Lihat selengkapnya