Maybe, It"s Still You

ravella han
Chapter #17

17. Penjelasan

Satu bulan kemudian...


Selama satu bulan terakhir, Madeleine mulai beradaptasi dengan ritme kerja Hayes Group.


Kemampuannya membuat analisis dan menyusun executive summary membuat namanya perlahan dikenal di Corporate Strategy Division.


Namun...


Ada satu hal yang jauh lebih cepat menyebar dibanding hasil kerjanya.


"Miss Madeleine dipanggil lagi ke ruang President Director?"


"Iya."


"Tiga kali dalam minggu ini."


"Bukannya itu kebanyakan?"


Suara-suara lirih mulai terdengar hampir setiap kali Madeleine meninggalkan mejanya.


"Padahal dia masih staf."


"Biasanya kalau ada revisi, cukup lewat Mr. Louis."


"Iya. Mr. Efren jarang banget manggil staf langsung."


"Apalagi sesering itu."


"Memangnya lagi ada proyek khusus?"


"Gak tahu."


Beberapa orang mencoba berpikir positif.


Namun tidak sedikit pula yang mulai menghubung-hubungkan semuanya.


"Dia kan teman SMA Mr. Efren."


"Jangan-jangan memang karena itu."


"Eh, tapi aku pernah dengar... katanya bukan cuma teman."


Ucapan itu langsung membuat beberapa orang menoleh.


"Maksudnya?"


"Aku dengarnya mereka dulu sempat pacaran."


"Serius?"


"Gak tahu juga. Cuma pernah dengar dari orang lama."


"Kalau benar... agak rumit juga, ya."


Mereka langsung menghentikan pembicaraan saat melihat Arthur berjalan melewati area tersebut.


Tak seorang pun berani membahasnya lebih keras.


•••


Di waktu yang hampir bersamaan...


Lift berhenti di lantai President Director.


Chelsea melangkah keluar dengan sebuah kotak makan siang di tangannya.


Hari itu ia kembali datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


Begitu melewati area sekretaris, langkahnya melambat.


Suara beberapa karyawan yang sedang berbicara pelan sampai ke telinganya.


"...makanya aku bilang aneh."


"Miss Madeleine lagi di dalam."


"Lagi?"


"Iya."


"Hampir tiap beberapa hari dipanggil."


Chelsea tidak berniat menguping.


Namun langkahnya otomatis berhenti ketika mendengar nama yang dikenalnya.


"Kalau cuma urusan kerja, harusnya lewat Division Manager dulu."


"Makanya."


"Apalagi... bukannya dia itu mantan pacar Mr. Efren waktu SMA?"


Chelsea membeku.


Jantungnya seperti berhenti berdetak sesaat.


"Mantan... pacar?"


Suara lain menyusul.


"Katanya begitu."


"Orang lama juga ada yang tahu."


"Tapi Mr. Efren sekarang kan sudah punya pacar lagi."


"Iya."


"Miss Chelsea."


"Makanya semoga saja memang hanya urusan kerja."


"Soalnya kalau sampai disalahartikan orang..."


"Kasihan juga."


Chelsea menggenggam kotak makan siang itu sedikit lebih erat.


Pikirannya kosong.


Selama ini... yang ia tahu hanya satu.


"Teman SMA."


Hanya itu.


Tak pernah sekalipun Efren menyebut kata mantan.


Tak pernah.


Arthur yang baru keluar dari ruang sekretaris langsung menyadari Chelsea berdiri mematung.


"Miss Chelsea?"


Chelsea tersentak.


Arthur langsung menghampiri.


"Mr. Efren sedang ada pembahasan dengan Miss Madeleine."


"Kalau berkenan, mungkin bisa menunggu sebentar di lounge."


Nada suaranya tetap sopan.


Namun jelas terdengar seperti sedang mencoba menghentikannya.


Chelsea menatap pintu ruang President Director.


"Di dalam..."


"...ada Madeleine?"


Arthur terdiam sepersekian detik.


"...Iya."


Chelsea menarik napas panjang.


"Aku cuma mau tanya sesuatu."


"Miss Chelsea, mungkin setelah—"


Belum sempat Arthur menyelesaikan kalimatnya...


Chelsea sudah melangkah melewatinya.


Tok.


Tok.


Tanpa menunggu jawaban, ia langsung membuka pintu.


Arthur memejamkan mata sesaat.


"Habis sudah..." batinnya.


•••


Di dalam ruangan...

Lihat selengkapnya