MELLOWMEDY

Nurul Awaliyah
Chapter #2

ANDREA VS MEDIA

Gerimis, senja, serta suara kendaraan bersahutan dengan 

sejoli yang sedang adu mulut. Perempuan berkaus 

putih dibalut overall denim, rambutnya tergerai basah 

sebagian, matanya memerah dan rautnya menahan emosi. Lelaki 

berpostur tinggi yang tampak manis tapi rautnya gelisah memohon 

pengertian.

“Sayang, dengerin aku dulu. Kamu enggak bisa lari dari masalah 

kayak gini.” Tangan lelaki itu terus menggenggam perempuan tadi.

Si perempuan menarik tangannya berusaha melepaskan diri. 

“Buat apa kamu hadir dalam hidup aku, segampang itu masuk 

ke dalam hati aku kalau tujuannya cuma buat ngobrak-ngabrik 

perasaanku kayak gini.”

Keduanya saling menatap. Begitu saja sampai beberapa detik, 

kemudian ... CUT! 

“Yap! Oke. Yang barusan kita ambil, ya. Syuting hari ini sampe 

sini aja. Terima kasih semuanya,” seru sutradara sambil menepuk 

bahu Andrea dan lawan main di film terbarunya, Andi Yunandi. 

“Kamu keren, Dre.” Andi Yunandi memuji Andrea sambil 

memamerkan senyum manisnya. Mellowmedy 7

“Terima kasih, Kak. Kakak juga keren banget.” Andrea membalas 

dengan senyum yang tak kalah manis.

“Aku duluan, ya. Sampai ketemu di jadwal syuting selanjutnya.” 

Andi lalu pamit pergi dengan rombongan timnya. 

“Dunia hiburan memang ribet. Tapi, kalau dipasangkan dengan 

lawan main yang profesional juga tampan, aku rela berlama-lama 

dalam keribetan ini,” batin Andrea.

“Sini, sini, biar Mbak keringin dulu rambutnya. Aduh, aduh 

makeup udah luntur, rambut udah enggak on point. But, kerja 

bagus, Sayangku.” Mbak Indah, asisten Andrea, sigap menggosok 

rambutnya dengan handuk kecil.

“Abis ini kita makan dulu, terus balik ke kantor. Ada media mau 

wawancara,” cetusnya. 

Andrea langsung menyibakkan handuk yang menutup 

setengah wajahnya dan siap melayangkan protes, “Lah? Kok gitu? 

Perasaan hari ini cuma syuting.”

“Mbak ditelepon orang kantor barusan, minta waktu kamu 

buat wawancara bentar. Mau, ya?” Mbak Indah memelas. 

“Mbakk ....” Ia merengek. 

“Enggak bisa di-cancel, Dre,” bujuknya. 

“Ya udah,” ucapnya pasrah sambil melangkah menuju mobil 

dengan wajah cemberut. Ini yang paling membuatnya malas. Temu 

media dan wawancara yang tidak ada habisnya.

“Dih, cemberut gitu. Kenapa?” tanya Mas Ryan sambil 

membukakan pintu mobil Alphard putih milik Andrea. Dia supir 

pribadi sekaligus bodyguard-nya. Kata orang dia mirip artis Korea. 

Masih muda, bukan bapak-bapak.

“Masa abis ini harus ke kantor lagi. Katanya mau ada wawancara. 

Penginnya langsung pulang,” omelnya, kemudian masuk mobil.

“Aku udah bilang kan, Mbak, dalam sehari urusin satu urusan aja. 

Jangan abis syuting terus ada jadwal lain. Kecuali kalau mendesak.” Andrea 

kembali mengomel pada Mbak Indah yang sedang ada di sampingnya.

“Kan, ini juga mendesak, Sayang. Kali ini aja, oke?” bujuknya 

sambil membukakan kotak bekal makan Andrea. 8 Mellowmedy

Lihat selengkapnya