@/tanpanama:
Apakah Andrea benar-benar percaya diri memakai baju itu?
Style dia sangat buruk. Sebaiknya kamu tidak jadi pemenang.
Akting dan gaya, semuanya sangat buruk.
@/antiss:
Akting B aja tapi menang. Oh, punya orang dalem. Ups.
Itulah mengapa Andrea sama sekali tidak ingin menang, ada
saja komentar yang menganggapnya curang.
Andrea dan orang tuanya tidak terlalu mengharapkan hal-
hal seperti itu. Ia hanya ingin berkarya untuk orang-orang yang ia
sayangi. Penghargaan hanyalah bonus.
“Ayah mana, Bun? Udah berangkat? Ke kantor atau ke akademi?”
tanyanya pada Bunda sambil menuangkan susu. 20 Mellowmedy
“Ayah ke kantor, makanya dia berangkat duluan. Kalau ke
akademi mungkin Ayah nunggu kamu buat berangkat bareng.”
Bunda mengoleskan roti dengan selai cokelat untuk Andrea.
Sesibuk apa pun Bunda, seartis apa pun beliau, tidak pernah
absen menyiapkan sarapan untuk Andrea. Bahkan, Ayahnya pun
tidak sampai setiap hari disediakan sarapan. Tapi, khusus untuk
Andrea, Bunda menyiapkan segalanya.
“Ayo, ntar kesiangan. Udah, gak usah gelendotan terus sama
Bunda. Manja banget sih. Udah sembilan belas tahun, udah jadi
aktris, masa masih manja. Malu kalau ketahuan fans, Dre,” cerocos
Mbak Indah meledek.
Ledekannya membuat Andrea terpaksa melepas pelukan Bunda.
“Udah oke belum?” tanya Andrea berdiri di hadapan Mbak Indah.
Mata Mbak Indah memindai penampilannya dari kepala sampai
kaki, dia melipat tangan di dada. “Gak mau ganti kausnya, Dre? Kok
putih, sih?”
Spontan ia melihat kaus yang dikenakan. “Emang kenapa? Oke,
kok. Oke, kan, Bun?” Andrea beralih menghadap Bunda.
“Oke. Kamu makin bersinar. Cantik banget. Anak siapa ini?”
Bunda mencubit pipinya gemas.
Andrea mengibaskan rambut sambil tersenyum puas. “Anak Bunda.”
“Ya, udah. Ayo buruan, buruan. Keburu siang, keburu macet,
keburu panas.” Mbak Indah segera menarik tangannya sebelum
kembali berpelukan dengan Bunda.
“Resek ....” Andrea merengek.
“Kamu tunggu aja dulu di depan, Dre. Bunda mau bicara dulu
sama Mbak Indah,” ucap Bunda, kemudian memberi kode pada
Mbak Indah agar mengikuti ke ruangannya.
“Oke.” Ia menatap cermin sekali lagi sebelum akhirnya keluar.
Mbak Indah dan Bunda memang setiap hari seperti itu.
Mereka akan masuk sama-sama ke ruangan kerja Bunda untuk
membicarakan sesuatu. Andrea tidak tahu apa yang mereka
bicarakan. Mellowmedy 21
Mbak Indah itu salah satu orang yang paling Bunda percaya.
Terutama soal mengurus Andrea. Mbak Indah sudah membantu
mengurusnya sejak sebelas tahun lalu. Dua tahun setelah kedatangan
Andrea ke rumah ini. Tepatnya saat usianya delapan tahun.