MELLOWMEDY

Nurul Awaliyah
Chapter #6

CILOK PERSEMBAHAN

Kelas Stand Up Comedy memang paling asyik di antara

lainnya. Itulah yang membuat Dominick betah. Kelas

serius dibuat bercanda. Kelas bercanda dibuat serius.

Karena memang mereka harus bercanda dengan serius dan serius

dengan bercanda.

Apalagi kalau lagi tidak ada jadwal, ruangan yang berisi cuma

enam belas orang ini dapat mengalahkan bisingnya orang tawuran.

Saling lempar pantun, tukar materi SUC, bahas artis-artis, saling

bercanda, sampai berbuat kerusuhan di ruangan.

“Ikan cupang ikan mas.”

“CAKEP.”

“Belinya di pasar baru.”

“CAKEP.”

“Mau dipinang gak sama Mas? Bulan depan kita jadi penganten

baru.”

Seisi kelas langsung bersorak mendengar pantun dari Panji

alias Panjul. Mellowmedy 31

“Panjul, emang lo mau meminang siapa, sih? Perasaan

pantunnya akhir-akhir ini soal itu mulu.” tanya Acha, si cewek

berkacamata dengan rambut doranya.

“Asal lo tahu, gue mau meminang Michelle Ziudith.” Panji mulai

berhalusinasi.

“Heh! Jangan mimpi, aktris sebesar Michelle mana mau sama

lo,” ledek Acha.

“Jangan sembarangan ngomong lo, Cha. Waktu itu gue ga

sengaja ketemu Michelle di jalan. Gue senyumin dia, dianya balik

senyumin gue.”

“Makin halu, lo. Dia senyum ke lo bukan karena bales senyuman

lo. Dia senyum karena lihat gigi kuning lo tuh. Gosok gigi aja lo

belum konsisten. Sok mau ngegebet seorang Michelle Ziudith,”

timpal Acha berapi-api.

“Wah, keterlaluan lo, Cha. Bener-bener lo gak punya simpatinya

sama temen sendiri.” Panji mendekat pada posisi duduk Acha.

“Hahh!” Tiba-tiba dia mengembuskan napas tepat di wajah Acha.

“Kambing! Abis makan apa sih lo Panjul. Enggak kuat gue.” Acha

seolah-olah siap memuntahkan isi perutnya.

“Ribut mulu. Berjodoh lo berdua baru tahu rasa.” Dominick

menimbrung pertikaian mereka.

Acha dan Panji sontak saling memandang. Lalu saling merasa jijik.

“Amit-amit. Mending gue jomblo seumur hidup.” Kompak

keluar dari mulut mereka berdua.

Tiba-tiba Dominick punya ide cemerlang. Ia berjalan ke depan

kelas, kemudian berdiri di tengah-tengah.

“Perhatian temen-temen semuanya. Boleh lihat ke depan dulu

gak? Sebentar ….”

Saking kompak dan rasa solidaritas tinggi di kelas SUC. Penghuni

kelas yang tadinya sibuk dan ribut dengan kegiatan masing-masing

kini memusatkan perhatian mereka pada Dominick.

“Gue punya materi.” 32 Mellowmedy

“Kalau gak lucu, lo harus nyamperin Andrea dan kasih dia cilok

abang-abang di depan akademi,” celetuk Iyan, si cowok jangkung

tipis anaknya Bang Jali. Hobinya stand up comedy. Ciri khasnya

selalu memakai topi warna merah menyala.

Lihat selengkapnya