MELLOWMEDY

Nurul Awaliyah
Chapter #8

SALAH MENCINTA

Pertama kali Dominick melihat Andrea di televisi. Ada

semacam acara yang menunjukkan kehidupan pribadi

seorang figur publik. Risa Ferlina.

Ibunya memantau terus acara itu. Ibu Dominick salah satu

penggemar berat seorang Risa Ferlina. Lagu-lagu hits darinya selalu

memenuhi seisi rumah. Didengarkan setiap hari.

“Ngapin sih, Bu, nontonin terus acara ini? Emang penting?”

“Penting, Dom. Gak ada artis yang sebaik dan secantik

Risa. Dari dulu sampai sekarang enggak pernah berubah, awet

muda. Suaranya aduhai merdu sekali.” Ibunya selalu antusias jika

membahas diva satu itu.

“Alah, tapi dia sama aja kayak artis lain. Kerjaannya cuma pamer

harta dan kemesraan. Pantes banyak haters-nya orang kerjaannya

ngumbar kebahagiaan. Kan, orang di luaran sana yang hidupnya gak

sebahagia dia jadi iri. Cari keirian orang doang, pantes ada yang benci.”

“Hus! Sembarangan!” Ibu memukul punggung Dominick.

“Risa Ferlina dulu juga orangnya biasa aja. Dia berjuang untuk

kariernya. Sekarang pantes dia lebih banyak yang suka. Orangnya

dermawan. Baik banget, sampe adopsi anak korban kebakaran,”

jelasnya penuh semangat. Mellowmedy 43

“Dermawan kalau banyak duit, Bu. Kalau gak punya duit juga

dia bodo amat.”

“Noh, noh, lihat noh. Anak angkatnya. Dulu gak mirip, sekarang

karena udah diasuh bertahun-tahun jadi mirip.” Ibu menunjuk

televisi sambil memukul-mukul punggung Dominick agar segera

memperhatikan apa yang ada di layar.

“Mana?” Agar ibunya senang, Dominick pura-pura antusias.

“Nah, ini!”

Terpampang nyata di layar kaca, Andrea Tan. Saat itu Dominick

seperti masuk ke dalam mode slow motion. Melihat gerak-geriknya

di layar kaca, mendengar celotehannya, dia tertawa, dia nangis.

Setelah malam itu, Dominick yang lebih rajin menonton acara

Risa Ferlina dibandingkan ibunya. Bukan cuma di TV, Dominick juga

rela membeli kuota banyak agar bisa melihat acara lain yang dia

tampil, di Youtube.

Ratusan kali ia melihat video Risa Ferlina bernyanyi di atas

panggung sambil menggandeng anak perempuannya yang

cantik dan memesona. Luar biasa. Mata Dominick terkesima.

Penampilannya membuat hati Dominick jadi tenang.

“Aku merasa bersalah dan ingin rasanya minta maaf sama orang tua

kandungku. Karena aku tidak banyak ingat momen masa lalu bersama

mereka. Maaf, ya, semoga kalian bahagia di surga,” kata Andrea saat

diberi kejutan ulang tahunnya, di salah satu acara talkshow.

Dominick meneteskan air mata saat melihat itu. Menonton

video-videonya membuatnya merasa lebih baik. Luka karena masa

kecil yang penuh rintangan dan cobaan perlahan lenyap karenanya.

Andrea yang dulu ditinggal kedua orang tuanya, diberi

kebahagiaan oleh Tuhan dengan memberinya orang tua baru yang

luar biasa. Dominick dan sang ibu yang hidupnya hancur juga pasti

dapat kebahagiaan suatu saat nanti. Makanya, ia juga menjadi

termotivasi berkarier lebih baik lagi supaya bisa menjadi orang

sukses dan lebih bahagia.

*** 44 Mellowmedy

Dear, Andrea

Halo, Andrea. Aku Dominick. Panggil aja Domi. Dengan

ini aku menyatakan bahwa kamu jauh lebih cantik di real

life dibandingkan dengan di layar kaca. Selama ini aku

hanya lihat kamu di televisi, mimpi dan kebaikan apa yang

telah aku lakukan di masa lalu sampai diberi kesempatan

yang seindah ini oleh Tuhan.

Melihat kamu di dunia nyata, seperti mimpi. Berkali-

kali kucubit tangan sendiri, berkali-kali aku sadar ini

bukan mimpi. Kalaupun aku keliru dan ternyata semua ini

halusinasi, maka aku ingin berhalusinasi selamanya.

Andrea, entah kamu akan membaca surat ini atau

enggak. Mungkin surat ini bertumpuk bersama surat-surat

lainnya dari penggemar kamu. Tapi, aku berharap surat ini

sampai ke tangan kamu dan kamu baca sampai tuntas.

Aku cuma mau bilang, jangan sedih dan merasa bersalah

atas masa lalumu. Jangan kamu merasa dirimu salah karena

sedang bahagia. Orang tuamu di surga sana pasti juga ikut

senang melihatmu bahagia. Pasti. Tetap semangat, ya, Andrea.

Aku pernah melihat kamu menangis di TV karena katanya

kamu tidak ingat banyak tentang orang tua kandungmu.

Tidak apa untuk tidak mengingat momen apa saja yang telah

kamu dan mereka ciptakan, yang pasti ingatlah ini. Ibumu

melahirkanmu, Ayahmu gembira menyambut kelahiranmu.

Itu saja, kurasa cukup.

Satu SMA dengannya adalah anugerah terindah dari Tuhan.

Cinta membuat Dominick hilang akal. Puluhan surat ia tulis

untuk Andrea. Sengaja menulis banyak, berjaga-jaga jika suratnya

tidak dibaca, maka suratnya yang paling banyak akan tertumpuk

dengan surat-surat lain dari penggemarnya. Mellowmedy 45

Sayangnya, setelah kegembiraan itu, Dominick harus

menerima kenyataan kalau dia memang sangat sulit dijangkau.

Pengawalannya selalu ketat. Pengawal pribadinya punya badan

atletis yang membuat nyalinya ciut.

Tapi, bukan Domi namanya kalau menyerah begitu saja.

“Andrea, ini surat dariku. Domi. Domi. Domi. Dominick.

Bye.” Dominick menggenggamkan sepucuk surat ke tangannya,

kemudian berlari secepat kilat begitu pengawalnya melotot.

Dominick memberi dia finger heart ala Korea yang saat itu

sedang viral.

Andrea diliputi rasa heran.

Bukannya senyum yang ia dapat, tapi kerutan keningnya.

Namun, Dominick bahagia karena kesempatan surat itu bisa dibaca

olehnya semakin besar. Karena dirinya memberikannya langsung,

tidak menaruhnya di kolong meja bersama dengan surat-surat lain

seperti sebelumnya.

Setiap jam istirahat, di kantin sudah seperti ada fanmeeting.

Banyak yang menanti Andrea di sana, termasuk Dominick tentu

saja. ia sudah tahu betul apa yang biasa dipesan olehnya.

“Andrea, ini siomay dari aku. Domi. Domi. Domi. Dominick.”

Dengan percaya diri Dominick meletakkan sepiring siomay di

meja tempatnya biasa menyantap makan siang. Tanpa menunggu

patahan kata apa pun darinya, Dominick langsung kabur setelah itu.

Satu tahun di sekolah yang sama dengannya, Dominick tetap

tidak punya kesempatan. Apalagi dirinya saat itu tidak pintar-pintar

amat, tidak populer sama sekali, dan tidak termasuk ke dalam

cowok tajir.

Untung saja ia punya wajah yang di atas rata-rata. Tapi, yang

pintar, populer, dan kaya raya saja tidak pernah bisa memikat hati

Andrea, apalagi dirinya yang cuma punya modal tampang. Dengan

penuh kesabaran, ia hanya bisa mengamatinya dari jauh.

Dia punya dua sahabat, namanya Olivia dan Stephanie. Selain

mengobrol dengan pemilik nama-nama itu, dia selalu ditemani

asisten dan bodyguard-nya. 46 Mellowmedy

Dulu dia pernah pingsan. Dominick khawatir setengah mati

saat itu. Ternyata, pada saat itu dia sedang PMS. Seorang Andrea

pingsan, satu sekolah heboh seperti ada kambing yang bertelur.

Namun, Dominick sendiri pun sama hebohnya dengan yang lain. Ia

berlari tidak karuan hanya karena ingin melihat kambing bertelur.

Eh, Andrea pingsan.

“Norak lo! Ngapain coba? Kepo banget sampe nyamperin ke

UKS. Coba kalau Mbak Tuti pingsan mana mau lo nengokin dia,”

sungut Oki. Teman sebangku Dominick saat SMA.

“Lah, emang Mbak Tuti siapa gue sampe gue harus nengokin

kalau dia pingsan?”

Mbak Tuti, si tukang gorengan paling nikmat di kantin sekolah.

Sambalnya itu loh, superpu duperpu mantapu jiwapu.

“Penting dong. Kalau dia pingsan, kalau dia sakit, siapa coba

yang mau dagang gorengan di kantin? Udah tahu itu jajanan paling

murah buat yang isi dompetnya pas-pasan kayak elo,” ledek Oki

sambil ngakak.

Dominick menarik kerah seragam temannya sampai dia

meminta ampun.

“Lagian …, si Andrea disamain kayak Mbak Tuti!” ucapnya tidak

terima.

“Sama aja, Dom. Mbak Tuti siapanya elo sampe lo kudu nengok

kalau dia pingsan. Terus, Andrea siapanya elo sampe lo kudu

nengok kalau dia pingsan,” kelakar Oki, kemudian tawanya pecah

tak tertahan.

Cengkeraman Dominick pada kerahnya jadi melemah. Bagai

disambar petir, disapu angin topan, diempaskan tsunami besar,

Dominick terdampar di sebuah tempat yang bernama realita.

“Gue bukan siapa-siapanya dia!” Ia mengulangi kalimat itu

dalam batinnya.

Andrea adalah seonggok daging di muka bumi ini yang

berharga bagi Dominick. Tapi, dirinya hanyalah satu dari sekian

banyaknya fans Andrea. Akan tetapi, Dominick yakin bahwa

cintanya jauh lebih besar daripada yang lain. Mellowmedy 47

Meskipun kenyataan telah menampar, Dominick tidak lantas

menyerah. Besoknya, setelah tragedi pingsannya Andrea yang

menghebohkan, dengan keyakinan besar bahwa pisang bisa

meredakan sakit PMS, ia membeli satu sisir. Kuning dan besar.

Sengaja ia pilih pisang dengan kualitas terbaik supaya Andrea tidak

ragu saat menggigitnya.

Dari kejauhan, ia mengawasi Andrea yang tengah duduk di

kursi yang ada di depan kelasnya sambil membaca buku. Mata

Lihat selengkapnya