MELODY DIBALIK KABUT

Ahmad Barnash
Chapter #10

Penyerahan Diri

Asap itu tidak datang dengan suara gemuruh, melainkan merayap seperti ular hitam

yang licin melalui celah-celah lantai kayu. Baunya tajam—campuran kain beludru

tua yang terbakar dan kertas-kertas musik yang telah menguning. Di lantai tiga,

jeritan Santi berubah menjadi tawa yang menyayat hati, sebuah simfoni kegilaan

yang memuncak tepat saat dunia Adrian mulai runtuh.


"Santi! Buka pintunya!" Adrian menghantamkan tubuhnya ke pintu kayu ek yang

tebal itu. Suaranya pecah, dipenuhi keputusasaan yang belum pernah Aruna dengar

sebelumnya.


Aruna berdiri di ujung lorong, napasnya tersengal. Paru-parunya mulai terasa

panas. Di bawah sana, ia mendengar suara gaduh dari tim medis dan pengacara yang

baru saja tiba, namun fokusnya hanya tertuju pada pria yang sedang bertarung

dengan iblis masa lalunya di depan sana.


"Adrian, minggir! Biarkan aku membantu!" Aruna berlari mendekat, mengabaikan

rasa sakit di tangan kanannya yang kini bergetar hebat.


"Jangan masuk, Aruna! Pergi dari sini!" Adrian berteriak tanpa menoleh. Dengan

satu hentakan terakhir yang bertenaga, pintu itu terbuka.


Hawa panas menyembur keluar. Di dalam kamar, api sudah menjilat tirai tempat

tidur. Santi berdiri di tengah ruangan, memegang lilin yang menyala dengan

tatapan kosong. Di kakinya, tumpukan surat-surat dari Solo—yang entah bagaimana

berhasil ia ambil—sedang menjadi abu.


"Lihat, Adrian," bisik Santi dengan suara yang tiba-tiba tenang, hampir seperti

suara wanita di lukisan itu. "Apinya sudah padam di dalam sini. Sekarang, aku

ingin membakar sisanya."


Adrian terpaku. Ia tidak menerjang untuk memadamkan api. Ia justru jatuh

berlutut, menatap istrinya dengan hancur. "Maafkan aku, Santi... Maafkan aku

karena mengurungmu dalam rasa bersalahku."


Aruna menyadari bahwa ini bukan sekadar kebakaran fisik. Ini adalah upacara

pemakaman bagi obsesi Adrian. Ia segera menyambar selimut tebal yang belum

tersentuh api, membasahinya dengan air dari vas bunga yang pecah, dan menerjang

masuk.


Lihat selengkapnya