17.05 | Rezza dan Sherin mulai taping Kawula Podcast.
Re: Rezza. Sh: Sherin. Ka: Kamal. Sa: Sahil
Ka & Sa: "Please welcome.. Sherin dan Rezzaa.. Wohoo.."
Re: "Halo-halo.."
Sh: "Hai semuanya.."
Rezza dan Sherin melambai-lambaikan tangan ke kamera, wajah agak kikuk.
Ka: "Eh btw nih ya.. Kita satu almamater tauk!"
Sa: "Woy, ntar dulu.. Kita kenalan juga belom.."
Sahil marah kocak.
Ka: "Ohh iya.. Sherin dan Rezza.. Apa kabar guys??"
Sh & Re: "Kabar baik Bang Kamal.."
Sa: "Ahh terlalu kaku, lebih entertaining dong.."
Ka: "Yaudah coba lo yang buka omongan.."
Sa: "Okay kita di sini ada Sherin dan Rezza.. Wah makasi ya udah mau dateng ke sini.."
Ka: "Ah terlalu fake anda!"
Sa: "Udah-udah ah.. Kelamaan.. Yaudah Sherin dan Rezza mau minum apa?"
Ka: "Terlalu basa-basi mas.. Kita udah kasih minum dari tadi sebelom camera roll.."
Sa: "Gausah dibocorin lah kocak.."
Ka: "Udah ah.. Jadi Sherin dan Rezza nih adek kelas gue di kampus.."
Sa: "Oh iya? Di UI? Jurusan apa?"
Sh & Re: "Di komunikasi.. FISIP-FISIP.."
Sa: "Oh FISIP.. Emang lo di FISIP mal? Bukannya di IISIP?"
Hahaha semua tertawa.
Ka: "Gak boleh gitu gilak.. Yaudah dulu tuh mereka sekitar 3-4 taun di bawah gue. Bedanya gue vokasi, D3. Kalo Sherin dan Rezza di S1 ya? Jadi emang beda kelas sih."
Kamal wajah sedih mau nangis.
Sa: "Nah kan gak heran gue sihh.."
Re: "Tapi tapi gue dulu pernah liat Bang Kamal manggung tuh yang nyanyi abang gorengan."
Sa: "Iya itu doang prestasi dia jaman kuliah ya?"
Hahaha semua ketawa ngakak.. Kamal wajah mewek lagi.
Ka: "Beneran lo pernah liat? Di mana?"
Re: "Keknya di FIB atau di mana gitu lupa lah udah belasan taun lalu kan.."
Sahil dan Kamal manggut-manggut.
Sa: "So.. Kalian tuh kemarin viral banget.. Gue juga sempet shocked liat FYP gue, trus di trending Reels, kalian perform di sebuah panggung kaya di Lembang ya?"
Sh: "Iyah betul di Lembang.. Bandung-Bandung.."
Sa: "Nah itu kalian tuh mendulang, ceilah mendulang.. Maksudnya dapat banyak pujian, komen-komennya positif. Jadi kalian tuh beneran musisi atau gimana sih?"
Re & Sh: "Awalnya.. Sebenernya.."
Ka: "Yaelah, yaudah suit siapa mau jawab duluan. Hadiahnya gelas beling.."
Semua ketawa ngakak.
Re: "Yaudah kamu dulu cerita.."
Sh: "Thank you sayang.. Iya jadi.."
Sa: "Sayang? Jadi kalian couple? Wihhh couple goals banget ya viral bareng berdua.."
Ka: "Iya lagi.. Kok bisa sih? Maksudnya kalian pacaran, terus viral gak sengaja kan?"
Sh: "Enggak, sama sekali gak disengaja. Jadi itu kita ke sana tempat itu tuh punya tante aku.. Trus kita diundang untuk soft launching gitu. Nah akhirnya karena itu isinya keluarga doang, mereka minta aku dan Mas Rezza ngisi acara.. Yaudah nyanyi aja lah. Gak mungkin dong kita stand up comedy, kita kan bukan komika, gak ada materi juga.."
Semua ketawa.
Ka: "Iya juga sih, tapi itu lucu lho barusan. Hahaha."
Semua ketawa lagi.
Sa: "Terus-terus?"
Sh: "Nah yaudah aku kan sama Mas Rezza tuh sebenernya baru balikan belum lama.."
Ka & Sa: "Ciyeeeee ah elah, harus banget diumumin ini di mari.."
Semua makin ngakak, Rezza dan Sherin salting liat-liatan sambil tangan bertaut.
Sa: "Okay, maap-maap Sher, lanjut-lanjut.."
Sh: "Haha iya gapapa.. Nah yaudah kita juga tuh masih kaku-kaku gitu kan.."
Ka: "Ciaelah kaku.. Padahal mahh cuma tinggal diinget yang dulu-dulu.."
Semua ngakak lagi. Rezza pun sampe duduk di bawah saking sakit perutnya tertawa.. Sherin nutup mukanya pake tangan saking saltingnya..
Sa: "Kaku-kaku tapi pegangan tangan udah langsung template.. Jiahahaha"
Semua ngakak lagi.
Ka: "Kaku-kaku, tapi manggil sayang udah langsung nyeplos. Hahaha"
Makin ngakak lagi.
Sa: "Oke-oke udah.. Maap yaa.. Maap-maap Sherin dan Rezza.. Sok dilanjut.."
Sh: "Hehe iya trus yaudah akhirnya kita apa ya, inget-inget dulu deh.. Dulu kita sering nyanyi bareng. Trus awalnya lagu yang kita bawain itu Kita-nya Sheila on 7 sama Hanyalah Untukmu-nya Ten2Five. Terus karena banyak yang minta lagi, aku dipaksa Mas Rezza nyanyi Bahasa Kalbu.
Re: "Eh nggak-nggak bukan dipaksa. Kan gue mainin keyboard. Trus kalopun Sherin gak nyanyi atau gamau, yaudah gue aja nyanyi sendiri gitu. Eh dia nyanyi yaudah lanjut kan.. Emang pengen tampil juga ini Sherin sebenernya.. Sok jaim.."
Sherin pukul tangan Rezza gemes..
Ka: "Tapi trus kalian sama sekali gak ada latihan untuk itu?"
Re: "Gak ada, kita sama sekali gak expect akan disuruh nyanyi di sana. Dan kalian kalo mau tau, kita terakhir jamming, nyanyi-nyanyi bareng gue main gitar atau keyboard gitu udah lebih dari tiga tahun lalu!"
Sa: "Hah? Serius?"
Rezza dan Sherin mengangguk.
Ka: "Itu perform kalian kaya bukan orang yang gak pernah latihan lho.."
Sh: "Bahkan nih ya.. Mas Rezza itu udah lama banget gak pegang alat musik.."
Ka: "Pegangnya apa dong?"
Re: "Pegangan gue cuma doa dan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.."
Semua ketawa tertahan..
Sa: "Mau diketawain gak enak yak.. Pfhttt.."
Ka: "Nah akhirnya kalian perform di sana. Trus bisa jadi viral tuh gimana?"
Sh: "Kita tuh gak tau kalo divideoin, beneran yaudah nyanyi-nyanyi aja kirain cuma buat ngisi waktu aja. Ternyata.. Ada tim dokumentasi yang hasilnya bagus bangett.. Lalu di-upload lah video-video itu, tiga lagu yang kita bawain, di akunnya restoran itu milik tante aku.."
Sa: "Waaww.. Jadi kaya seakan semesta pengen kalian viral gak sih?"
Re: "Sepertinya ya, mungkin kek gitu.."
Ka: "Nah tapi yang unik itu adalah kalian itu sahabatan waktu kuliah, terus justru pacarannya pas udah lulus. Kok bisa?? Boleh spill dikit gak sihh kok bisa kek gitu??"
Re: "Ah iya dulu kita satu jurusan, satu angkatan, satu kampus, satu prodi bahkan, program studi. Nah dulu yaudah sahabatan di kampus. Tapi Sherin sibuk dengan cowok-cowoknya, gue sibuk dengan dunia gue.. Tapi begitu kita terpisah sejak lulus kuliah, sibuk masing-masing, aktivitas dan kegiatan masing-masing, jadi yaudah dehh. Pas ketemu lagi sekantor beberapa tahun kemudian, akhirnya confess. Gue punya perasaan ke Sherin, Sherin juga merasakan hal yang sama ternyata.."
Sa: "Ahhh so sweet.. Dan akhirnya jadian. Walau sempet putus, dan sekarang balikan lagi?"
Sh: "Hehe iya.."
Sa: "Nah kalian kan baru banget bikin akun tuh, di IG sama TikTok namanya @SherinRezza2818 terus kita cek kan. Itu isinya mostly foto-foto kalian berdua. Dan baru pada di-upload belum lama ini. Kenapa?"
Sh: "Sebenernya karena iseng. Jadi aku mau ah foto-foto lama dikeluarin deh buat nambah-nambah konten. Sama kita tipis-tipis ngonten bareng gitu hehe.."
Ka: "Mumpung yaa momennya pas.. Followers juga melesat lho di IG udah 17k tadi gue cek.. Kalo di TikTok berapa?"
Sh: "TikTok keknya 25k gitu lahh.."
Sherin & Rezza jawab malu-malu.
Sa: "Nah ternyata kalian tuh pekerja kantoran.. Boleh di-spill gak kalian kerjanya apa, trus di mana?"
Re: "Kalo gue di agensi.. Sebagai creative director agensi digital bikinan gue sendiri. Nah kalo Sherin jadi brand manager di sebuah perusahan otomotif. Tapi sebentar lagi akan pindah.. Ke mana sayang?"
Sh: "Pindah sekantor lagi sama Mas Rezza. hehe"
Ka & Sa: "Ah elahh bucin banget yak kalian.. Hahaha.."
Ka: "Berarti lo tajir dong ya Za? Punya agensi sendiri?"
Re: "Haha nggak lahh.. Lebih tajir yang punya agen gas gue rasa."
Semua terpingkal-pingkal..
Re: "Sebenernya kantor gue agensi small to medium, secara cash flow juga gak sebesar agensi gede. Margin-margin pinggiran lah sebutannya, Bang Kamal kan anak kom juga, pasti paham."
Ka: "Iya sih, mana bisnis agensi itu banyak banget ya saingannya.. Margin-nya juga tipis-tipis.."
Re: "Nah eta tah.. Makanya kebetulan kita punya investor. Investor kita ini mau ngembangin bisnis agensi kita jadi merambah ke KOL Agency, dan nanti Sherin nge-lead di situ. Gue nge-lead di Digital Agency yang existing-nya..
Sa: "Wooww jadi sama-sama bos dong ya.. Kacau nih mal, bisa bentrok mereka malah."
Sh: "Haha nggak lah, justru ini kaya nostalgia dulu kita pernah sekantor sihh.."
Ka: "Oh iya kalian dulunya pernah sekantor.."
Sa: "Terus-terus, kalian plan-nya mau gimana setelah viralnya kalian ini? Mau ada apa gitu bikin something kah??"
Sh: "Kalo aku sih banyak yang mau dikerjain bareng ya, entah bikin konten-konten cover lagu, atau ngembangin lagu sendiri. Mas Rezza punya lagu sendiri btw.."
Ka: "Oh iya? Kek mana lagunya?"
Re: "Ada. Penggalan liriknya 'Abang gorengan, jual tahu tempe..'"
Hahahaha semua ngakak itu lagu band-nya Kamal: Nunung Cs.
Setelah itu obrolan tak terasa sudah berjalan lebih dari satu jam.
Kamal dan Sahil menutup obrolan dan mereka pun.. Wrapped.
Satu episode Kawula Podcast bersama Sherin dan Rezza telah terekam rapih. Siap disiarkan.
Setelah break shalat Maghrib, Sherin dan Rezza take satu video terpisah untuk membawakan dua lagu yang buat mereka viral: Hanyalah Untukmu dan Bahasa Kalbu.
Mereka diiringi oleh seorang bassist, seorang pemain cajon, dan seorang keyboardist sekaligus backing vocal. Rekaman berjalan lancar, video itu akan di-upload terpisah agar terhindar dari copyright strike di YouTube.
19.45 | Semua sudah selesai, Rezza dan Sherin berpamitan dengan seluruh staf di Kawula Network, sayangnya Kamal dan Sahil yang menjadi host tadi sudah pulang duluan karena kesibukan mereka yang padat dan memang video Rezza dan Sherin memainkan lagu tadi tidak perlu ada host.
Keesokan harinya..
09.12 | Sherin dan Rezza baru saja tiba di lantai 3 kantor K&B. Semua orang berbeda, kali ini mereka menyambut Sherin dengan lebih ramah. Sepertinya karena kemarin, orang-orang jadi paham harus memperlakukan Sherin seperti bosnya sendiri, bukan sekadar pacar bosnya.
"Pagi Mbak Sherin, Bang Rezza.." Arina menyapa ketika papasan di lantai 3.
"Pagi Arina.." mereka jawab kompak.
"Morning boss couple.." Anya menyapa ramah.
"Eh ada Kak Sherin.." Janice ikut menyapa. Icha juga menoleh.
"Pagi Mbak Sherin.."
"Pagii Anya.. Janice, dan Icha.." Sherin balas lebih ramah lagi bahkan sambil memeluk Icha.
"Hari ini WFH ya kak? Makanya ke sini." Janice nebak.
"Iya nihh. Aku numpang di sini ya.."
"Iya mbak.. Gausah bilang numpang kokk. Kan nanti Mbak Sherin akan ngantor di sini juga. Hehe" Icha basa-basi.
"Makasi yaa.. Kalian welcome banget sama aku.. Jadi terharu.."
"Ini gue dicuekin nih? Kalian lebih welcome Sherin daripada gue sekarang?" Rezza pundung.
"Bosen bang tiap hari liat lo sih.." Anya nyebelin.
"Oh yaudah bye.." Rezza balik kiri masuk ke ruangannya.
"Bye.." Anya dan Sherin bales.. Mereka berempat terkekeh pagi-pagi.
Sherin sempat bercerita soal taping podcast-nya kemarin sore-malam. Trio IJA mendengarkan dengan gemas dan excited banget gak sabar nunggu video podcast-nya Kawula Podcast episode Sherin dan Rezza di-upload.
"Pasti seru banget ya Sher.. Shooting-nya langsung sama Duo Bahlul lagi.."
"Iya, awal-awal sempet kagok kan, kita masih malu-malu. Lama-lama.. Malu-maluin. Haha"
Semua tertawa.
Tak berapa lama.. Sherin sedang sendiri di kubikal. Trio IJA dan Rezza sedang daily meeting di ruang meeting lantai 3.
Saat sedang duduk membelakangi arah datang orang-orang, tiba-tiba ada sosok laki-laki yang menghampiri Sherin.
"Sher.."
Sherin menengok ke kiri, ia terkejut wajah familiar yang sudah lama tak ia temui dan berusaha untuk dia lupakan itu tiba-tiba hadir kembali.
"Dhika? Kok di sini?"
"Aku.. Aku mau bicara sesuatu boleh?"
"Bicara apa? Ngomong aja sekarang.." Sherin berdiri dari kursinya.
"Hmm boleh bicara in private? Gaenak kalo didenger orang lain.."
"Aduhh.. Yaudah di sana aja.." Sherin dengan wajah cemas menunjuk ke arah ruangan Rezza.
Sherin masuk ke ruangan itu diikuti oleh Dhika. Sherin duduk di kursi Rezza.
"Mau bahas apa? Duduk aja di situ.." Sherin persilahkan Dhika duduk di kursi tamu di hadapannya. Dhika sigap langsung duduk di sana.
"Aku.. Jadi aku mau.. Membatalkan perceraian kita. Aku mau mencabut gugatan cerai itu."
Sherin melongo. Dia kaget sekaget-kagetnya, apa maksudnya?
"Apa sih? Aku gak ngerti. Kita sebentar lagi putusan cerai."
"Iya aku paham. Tapi aku menyesal Sher.. Kamu itu wanita yang sangat luar biasa.. Aku gak bisa menemukan sosok seperti kamu lagi." Dhika memohon.
"Hah? Kamu aneh ya.. Dulu kamu yang ceraikan aku, aku sempat mempertahankan dan menerima keadaan. Sekarang giliran aku sudah merelakan kamu, dan aku sudah berjanji sama Mas Rezza untuk membangun hubungan lagi dengan dia, tiba-tiba kamu mau seenaknya kaya gini? Maksudnya apa?"
Tiba-tiba sosok Rezza masuk ke ruangan itu.
"Aku yang minta Sher.. Aku yang minta Dhika untuk batalkan perceraian kalian.."
"Mas?? Ini ada apa sih? Kamu.. Kok kamu gitu?" Sherin berdiri lalu heran.
"Aku gak pantas buat kamu Sher.. Dhika lebih sesuai untuk kamu. Memang aku ditakdirkan untuk sendiri hingga maut menjemput." Rezza berkata datar.
"Mas apa sih? Aku gak ngerti. Kamu udah janji mau nikahin aku! Papah sudah restui kamu, restui kita!" Sherin panik. Wajahnya merah padam, hatinya serasa sesak.
"Gak bisa Sher.. Aku sudah memutuskan sebaiknya kamu sama Dhika.. Dan aku akan segera pergi dari sini, dari kantor ini, dari kota ini.." Rezza berjalan keluar. Sherin mencoba menarik tangan Rezza sekuat tenaga tapi terlepas lalu Sherin jatuh terduduk di lantai itu.
"Masss.. Please.. Aku gak bisa.. Tolong maas.. Aku gak bisa tanpa kamu.." Sherin terisak lalu sesak dadanya hingga akhirnya dia pingsan.. Dan tersadar.
Bahwa itu semua hanya mimpi.. Sherin terbangun dari mimpinya, ia tertidur di sofa ruangan Rezza. Wajahnya pucat dan berkeringat, dadanya sedikit nyeri.
"Astaghfirullahaladzim.. Ya ampun aku kenapa bisa mimpi kaya gitu?" Sherin menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan.
"Mas Rezza.. Mass Rezza di mana??" Sherin berdiri, lalu membuka pintu. Di kubikal sepi tak ada orang. Sherin jalan tergesa-gesa ke arah ruang meeting. Rezza di sana sedang meeting dengan Trio IJA beserta Arina, Ojan, dan Sigit. Tanpa ketuk pintu Sherin masuk ke ruangan itu.
"Mass..." semua orang kaget melihat Sherin sebegitu pucat dan shocked.
"Sher? Kamu kenapa?" Rezza bangkit dari duduknya, lalu mendekati Sherin.
"Aku.. Aku.." Sherin pingsan.
"Astaghfirullah.. Sayang.. Sayang kamu kenapa??" Rezza panik.
Semua orang panik, Anya, Janice, Icha, Arina, Ojan, dan Sigit pertama kalinya melihat itu. Mereka tak tahu apa yang sedang terjadi. Rezza buru-buru menggendong Sherin ke ruangannya.