Rabu pagi, Sherin jadwal WFO hari itu. Dia harus ke kantor karena ada meeting direksi dan ingin menanyakan status pengunduran dirinya ke HR.
07.55 | Sherin tiba di kantornya, Rezza mengantarkan sampai lobi. Rezza bukakan pintu untuk Sherin.
"Makasi ya massku sayangg.. Aku dianter ke kantor hari ini. Hehe"
"Sama-sama sayangku. Kamu semangat kerjanya ya.. Jangan capek-capek. Kalo ada apa-apa call aku.." Rezza wajah serius.
"Iyaa sayang.. Kamu serius banget sih? Sayang banget ya sama aku segitu perhatiannya?"
"Pake ditanya, kalo gak sayang ngapain aku anter jam segini ke Sunter? Haha"
"Yaudah aku masuk dulu ya. Wasalamualaikum.." Sherin cium tangan kanan Rezza.
"Waalaikumsalam.."
"Hati-hati di jalan mas.."
"Makasi sayang.. Bye love.."
Sherin kiss bye ke Rezza.
10.12 | Rezza sedang daily meeting dengan timnya di ruang meeting. Sherin chat.
"Mass. Udah liat ini belum?" Sherin kirim link Instagram post.
"Udah ada teaser buat podcast kitaa.. Gemes bangeeett.."
"Wah cepet bangett udah ada teasernya.. Coba aku cek dulu.." Rezza balas.
Rezza membuka link itu, ia melihat post video pendek durasi 40 detik yang merupakan teaser untuk Kawula Podcast episode bersama mereka.
Tanpa menyalakan audio, Rezza sudah tau itu potongan bagian yang mana. Ia senyum-senyum membacanya..
"Kenapa bang?" Anya kepo.
"Eh ini, teaser Kawula Podcast yang ada gue dan Sherin udah di-upload."
"HAH DEMI APA?" Icha lebay.
"Mau liat dongg.." Anya dan Icha kompakan.
"Ini gue share di grup ya.."
"Okay bangg.." semua jawab.
Mereka sampe break meeting buat nonton teaser podcast itu bareng-bareng.
"Astaga kocak bangett.. Itu beneran bang waktu dulu pernah ketemu Bang Kamal di kampus?" Icha tanya.
"Haha iya, dulu gue pernah nonton dia langsung. Dari dulu kocak banget dia tuh."
"Wah seru banget, ada foto-foto bareng mereka dong lo?" Anya tanya.
"Iya, ada banget.. Cuma belom kita upload, ntar paling pas video podcast-nya tayang baru kita upload." Rezza jawab yakin.
"Yaudah cukup-cukupp.. Kita balik ke meeting lagi ya guyss. Hehe" Rezza mengalihkan topik.
13.27 | Sherin video call Rezza.
"Mass.. Aku udah di jalan ya mau ke tempat kamu.."
"Hah? Kok kamu gak bilang? Kan bisa aku jemput.."
"Gausah mass. Aku gak mau ngerepotin kamu, kasian kamunya capek bolak-balik."
"Nggak kokk, aku gak ngerasa repot.. Trus ini kamu udah di mana?"
"Aku udah di.. deket Cempaka Putih mas, baru masuk Tol dalam kota.. Wait ya, semoga aku gak kejebak macet.."
"Iya sayang.. Yaudah hati-hati di jalan kamu."
"Okee mas. Bye.. Love you.."
"Love you too.."
Rezza tutup video call itu, lalu mencoba buka Instagram. Tiba-tiba ada notifikasi, komen dari netizen random yang berkomentar sangat menyakitkan bagi Rezza. Netizen laknat itu komen di collab post Instagram @SherinRezza2818 dengan @KawulaPodcastNetwork
@AnieRayaXXX: 'Si Rezza itu pebinor tauk.. Kemarin ada yang spill di sebelah kalo Sherin statusnya dalam proses perceraian di pengadilan agama jaksel. Masa belum cerai udah balikan aja. Janggal gak sih?'
Akun-akun lain me-reply dengan berbagai komentar pedas khas netizen.
'Hah? Serius? Keliatannya cewek baik-baik banget, gataunya pemain..'
'Eh iya kemarin gue juga sempet liat tuh di TikTok ada yang spill, si Sherin itu statusnya punya suamik.'
'Woylah, pede banget mereka selingkuh masuk podcast. Dikira netijen gak bakal tau apa.'
'Cancel lahh. Masa pasangan selengki dikasih panggung woy @KawulaPodcastNetwork'
Netizen semakin ramai me-reply komen tersebut. Rezza seketika merasa dirinya seperti dihantam kereta api yang sedang mengebut kencang. Ia tak pernah menyangka mendapat komentar seburuk itu dari netizen yang tak tahu apapun lebih baik dari dirinya.
Di grup bersama dengan Kawula Podcast yang berisi Safira, Jamal, dan Sony, tiba-tiba ada notif chat dari Sony.
"Hai @Sherin dan @Rezza. Mau tanya dong. Ini ada komentar negatif dari netizen. Kami butuh penjelasan untuk ini. Bisa ngobrol di call/gmeet? Thanks in advance."
Dikirimkan screenshot komentar dari akun @AnieRayaXXX itu beserta beberapa reply-nya.
Rezza benar-benar tercekat. Dia diam tak tahu harus berbuat apa. Pertama kalinya dia merasakan sakit atas fitnahan orang yang bahkan gak pernah dia kenal atau temui.
Tak lama Sherin call Rezza.. Sherin juga sudah baca chat Sony di grup WA itu.
Rezza masih mematung, dia terdiam tak bisa bertindak apapun.
Sherin yang masih di perjalanan di dalam taksinya sangat cemas dan panik.
"Ya ampun, Mas Rezza mana ya? Kok di-call gak diangkat?"
Sherin mengetik chat ke handphone Rezza. Rezza menaruh handphone-nya bersandar di layar laptop-nya. Notifikasi masuk dari Sherin.
"Mass.. Tolong angkat call aku. Atau call aku balik kalo kamu liat. Please mas."
Rezza baca notif itu, tapi otaknya membeku. Masih tak tahu harus berbuat apa. Perlahan dadanya merasa sesak. Rezza buru-buru pergi mengambil kunci mobil dan dompetnya. Handphone dan laptop-nya ditinggal di ruangannya.
Rezza hanya bisa berpikir untuk ke mobil, mengambil stok kaleng oksigen di mobilnya.
Anya sekilas melihat Rezza melewati kubikal, tapi Anya tak menaruh curiga apapun karena Rezza jalan dengan kecepatan normal, padahal dadanya sesak dan sedikit panik.
Sherin masih mencoba call Rezza tapi tak ada jawaban.
"Pakk. Boleh lebih cepet lagi gak? Saya khawatir ini ada urusan penting." Sherin bicara ke driver taksi.
"Oh iya buk, saya usahakan.." mobil itu melaju zig zag di jalan tol dalam kota yang ramai lancar.
Rezza ke mobilnya.. Ia mengambil kaleng oksigen yang ada di glove box. Sesekali Rezza menekan kepala kaleng itu, sambil ditempelkan ke hidung dan mulutnya. Perlahan ia memelankan nafasnya yang tadi tersengal. Rezza menyalakan AC mobilnya, menyandarkan kepalanya ke headrest kursi mobil.
"Anya.. Aku harus call Anya.." Sherin mencari kontak Anya, lalu ia call. Terdengar nada sambung.
"Halo Sher?"
"Anya.. Mas Rezza. Mas Rezza ada di kantor gak?" Sherin terdengar panik, Anya jadi curiga.
"Tadi ada Sher, tapi belum lama dia jalan ke arah lift. Kenapa?"
"Aku khawatir.. Ada masalah di podcast kemarin, takutnya dia ke-trigger."
"Astaga.. Terus udah coba call dia?"
"Aku call berkali-kali gak diangkat Nya. Ini aku di jalan udah di tol dalam kota. Udah mau Exit Tendean."
"Okeh-okeh, tenang ya Sherin.. Aku coba cari Bang Rezza."
"Okay makasih Anya. Tolong kabarin yah. Maaf banget ngerepotin kamu."
"Gapapa-gapapa, yaudah aku cari Bang Rezza ya."
"Okay Nya.." call ditutup. Anya pergi ke arah ruangan Rezza, dia liat handphone dan laptop-nya Rezza ditinggal di sana. Anya ambil handphone Rezza, lalu balik ke mejanya, ambil kunci mobil, dompet dan handphone-nya sendiri.
"Kenapa Nya?" Janice dan Icha bingung.
"Ehh gapapa, gue mau cari Bang Rezza dulu. Wait ya.."
"Oke-oke Nya.." Anya berlari ke arah lift. Janice dan Icha lihat-lihatan.
Di mobilnya Rezza terbayang akan wajah orang-orang menghardiknya, menyebut ia perebut istri orang, menyebut ia dan Sherin berselingkuh.. Rezza merasa sesak kembali.
"Ya Allah.. Nggak nggak. Gue gak boleh kepikiran terus.
Astaghfirullahaladzim.. Lailahaila anta subhanaka inni kuntu minadzalimin.."
Rezza membaca berkali-kali kalimat itu. Sambil memejamkan matanya. Perlahan sesak dadanya mereda.
Rezza coba turun dari mobilnya, ia merasa yakin bisa kembali ke dalam kantor. Tapi baru melangkah beberapa meter. Dadanya sesak kembali.
"Ya Allah.. Tolong kuatkan hambamu ini.." Rezza kembali ke dalam mobil, kaleng oksigennya ia dekatkan lagi ke mulutnya. Disemprot beberapa kali, namun terasa mau habis.
"Ya ampun, kenapa habis sih??" Rezza masuk lagi ke mobilnya, ia pergi. Rezza butuh udara segar. Rezza nyalakan mobilnya, memasukkan posisi persneling ke D. Jalan ke arah pintu keluar gedung, Anya baru turun dari lobi melihat mobil J5 silver milik Rezza itu dan ingin berlari mengejar, tapi ragu. Akhirnya Anya lari ke mobilnya. Sebuah mobil Aion V berwarna biru, Anya buru-buru masuk lalu mengarahkan mobilnya keluar parkiran. Saat Anya menengok ke kanan, dia liat Sherin turun dari taksi. Anya buka kaca.
"SHERIINN.." Anya berteriak sekuat tenaga. Sherin menengok lalu berlari ke arah Anya.
"BURUAN MASUK. TADI BANG REZZA PERGI PAKE MOBIL!" Anya berteriak, Sherin mendengar langsung masuk ke mobil Anya.
"Anya, Mas Rezza udah di mana?"
"Gak tau Sher, tapi barusan aku turun liat mobil dia keluar. Ini mau aku kejar."