Membagi Rasa

Azerhays
Chapter #26

Chapter 26

07.45 | Keesokan harinya, Rezza dan Sherin sudah menunggangi kendaraannya menuju kantor di Kemang. Mood mereka sudah membaik, Sherin dan Rezza nampak lebih ceria pagi itu. Tak ada satu hal pun yang bikin mereka bete, bahkan sarapan nasi uduk langganan mereka aja bikin mood mereka meningkat dua kali lipat.

"Mass.. Nanti sampe kantor ke lantai dua dulu yaa.. Anterin aku ke ruangan." Sherin manja.

"Iya sayaangg.. Tapi barang-barang pesenan kamu belum pada sampe tuh. Baru meja sama kursi kerja kamu aja, bahkan sofa juga gak ada."

"Iya gapapa maass. Aku cuma mau cek kok, kalo udah tau rasanya ruangan aku nanti kita ke ruangan kamu. Hehe" mereka saling lempar senyuman.


08.12 | Mereka tiba di Kemang. Suasana kantor pagi itu ramai, Bang Hendro jam 9 akan tiba di sana untuk general briefing. Karena minggu itu minggu pertama Setara KOL Agency bergabung di gedung yang sama dengan K&B. Rezza dan Sherin turun dari mobil. Rezza bawakan tas laptop Sherin sambil menggendong tasnya di bahunya. Sherin mengeluarkan handphone lalu cek chat kerjaan kantor pagi itu.

"Mas, barusan aku kirim link foto-foto kemarin ya. Semalem Mbak Nuri kirim chat ke aku ternyata. Aku gak ngeh." Sherin menginfokan ke Rezza di depan lift.

"Iya sayangku, nanti aku cek ya.." Rezza tersenyum ramah. Sherin balas senyuman itu.

"Pagi Bang Rezza, Mbak Sherinn.." Icha datang dan jalan cepat ke arah mereka.

"Hai Ichaa.." Sherin memeluk Icha ramah.

"Happy banget nih pagi-pagi mbak? Abis diapain sama Bang Rezza? Hehe."

"Hah? Gimana?" Rezza melotot. Pintu lift terbuka.

"Eh Cha, aku sama Mas Rezza mampir lantai 2 dulu ya.. Kamu ke lantai 3 kan?"

"Ohh iya mbak. Aku lantai 3 aja hehe" Sherin mengangguk, pencet tombol lantai 2 dan 3.

"Kita ke lantai 2 dulu ya Cha.." Rezza dan Sherin pamit keluar lift.

"Oke bye.." Icha stay di lift.


"Morningg.." Sherin menyapa orang-orang di lantai 2.

"Hai.. Pagi Kak Sherin." semua orang menyapa ramah.

"Hai kak.. Welcome to our new office ya.." Clarissa mencipika cipiki Sherin.

"Thank you Cla.. Aku mau liat-liat sekalian cek ruangan aku boleh?" Sherin bertanya.

"Oh iya boleh dong kak. Silahkan." mereka bertiga menuju ruangan Sherin. Ruangannya sedikit lebih lega dari ruangan Rezza. Sherin nampak happy banget. Sudah terbayang jika semua furniturnya sudah tiba, pasti akan lebih cozy lagi.

"Wahh baru gini aja udah kerasa nyamannya yaa.." Sherin memuji.

"Iya kak, ruangan aku juga udah penuh barang-barang jadi kerasa nyaman banget."

"Ohh iya? Nanti kita ke ruangan Clarissa ya mass.." Rezza kaget.

"Oh iya-iya.." Rezza jawab gelagapan, dia sudah lebih dulu ke sana kemarin.

"Eh ngomong-ngomong nanti akan briefing dengan Bang Hendro di lantai ini atau lantai 3 ya Cla?" Rezza tanya.

"Hmm kita sih siapin lantai ini bang, itu ada kursi-kursi udah disiapin buat nanti semuanya kumpul di lantai ini." Clarissa menunjuk ruangan besar di lantai itu, sudah diisi dengan kursi-kursi yang disewa dan tiba dari kemarin sore.

"Ohh iya.. Yaudah nanti kita di situ ya berarti." Rezza menyimpulkan.

Sherin duduk di kursi kerja ruangannya.

"Hahhh.. Nyaman banget mas. Cla." Sherin tersenyum puas, Rezza senyum happy.

"Iya kak.. Ini udah disesuain untuk kursi direktur hehe" Clarissa menjelaskan.

"Ini lebih nyaman dari kursi di kantor aku di sana.. Haha" Sherin bercanda.

"Kamu happy sayang??" Rezza tanya serius dengan senyum.

"Happy banget mas.. Makasih ya.." Sherin bangkit lalu peluk Rezza. Clarissa kikuk melihatnya.

"Yaudah kalo gitu aku tinggal dulu ya Kak Sherin, Bang Rezza. Aku mau cicil kerjaan dulu."

"Ohh iyaiya, aku juga bentar lagi ke lantai 3 ya nemenin Mas Rezza." Sherin mempersilahkan.

"Okay kak. Bang.. Aku permisi dulu."

"Iya makasih ya Cla.." Rezza dan Sherin menjawab kompak, pintu ditutup oleh Clarissa. Ia berjalan perlahan ke ruangannya. Pada saat ia tengok kebelakang, ia kaget melihat Rezza dan Sherin tengah melakukan ciuman mesra, french kiss.. Wow! Clarissa melihat sekilas tapi entah mengapa ia jadi terbayang itu terus.. Ia merasakan iri kepada Sherin. Apa ini maksudnya?


09.10 | Rezza dan Sherin di ruangan Rezza. Mereka bermesraan sambil kerja di sofa ruangan itu. Hendro terlambat, karena harus menemani Om Sofyan sarapan bareng dadakan dengan klien di daerah Gatot Subroto. Tadi Rezza kirim chat ke grup WhatsApp K&B "Guys, Bang Hendro telat karena harus temani Pak Sofyan breakfast dengan klien. Kita stay dulu aja di lantai 3 sampe dia kabarin kalo udah otw ya. Gaenak ganggu anak-anak lantai 2 kalo kita turun sekarang." dikirimnya sekitar 08.47 tadi. Semua pun kompak menjawab dan react chat Rezza itu.

"Mas.. Aku deg-degan ihh."

"Deg-degan kenapa? Coba sini aku pegang.."

"Ih apa sih kamu? Pagi-pagi mesum!" Sherin marah gemas menutup dadanya.

"Lah aku mau cek nadi kamu.. Sini aku cek nadinya seberapa cepet.." Rezza ngeles.

"Nihhh kaya paham aja.." Sherin menyodorkan tangan kanannya, Rezza mencium tangan kanan Sherin dengan lembut. Sherin terpesona dengan tindakan itu.

"Masih deg-degan?" Rezza tanya.

"Masih, tapi deg-degan karena kamu sweet banget.." Sherin gak tahan memuji Rezza.

Rezza senyum-senyum kegirangan.


10.15 | Rezza dan Sherin sudah di lantai 2. Hendro sedang berbicara singkat tentang bergabungnya Setara ke kantor K&B. Hendro juga mempersilahkan Clarissa dan Sherin berbicara di depan. Mereka berempat berdiri di depan, Rezza dan Hendro mengapit Sherin dan Clarissa yang berdiri di tengah, di bagian depan sebuah ruangan besar di lantai 2 kantor Setara KOL Agency di Kemang. Rezza membawa laptop-nya jaga-jaga kalau ada feedback dari klien dia bisa langsung checking di lantai itu.

"Okeh thank you untuk Clarissa dan juga Sherin.. Hopefully kita bisa bekerja sama bareng dengan lancar tanpa kendala berarti ya ke depannya.." Hendro hendak menutup pertemuan itu..

"Aamiiinn.." semua orang di situ mengamini.

"Last but not least, gue mau memperlihatkan juga website Setara KOL Agency yang kebetulan juga baru selesai di-rework minggu lalu. Ada beberapa konten yang mau gue tunjukkin. Rezza mungkin boleh pinjem laptop-nya?" Rezza kaget.

"Oh iya boleh bang.." Rezza berjalan ke arah ujung ruangan terdapat kabel HDMI untuk TV monitor 72 inch di depan ruangan itu, tak jauh dari Hendro berdiri.

Saat Rezza mencolok kabel HDMI itu, lalu membuka fingerprint lock/touch ID dari MacBook Pro 16 inch-nya itu, semua orang mulai berbisik, sebagian ada yang tertawa. ada yang shocked, ada yang kagum, ada juga yang cie-ciein.

Sherin menengok ke belakangnya. Melihat foto dirinya dan Rezza terpampang di depan puluhan orang yang hadir di situ.

Rezza masih belum ngeh. Dia melihat layar laptop-nya kosong di depannya. Sampe akhirnya Sherin memanggil.

"Mass.. Mass Rezza.. Itu layarnya lagi kebuka foto kita.." Sherin malu, bercampur sedikit marah dan gemes melihat kelakuan kocak lelaki tercintanya itu. Rezza menengok ke TV itu, Hendro cengengesan melihatnya, Clarissa terbelalak tak percaya di hadapannya tampak foto Sherin dan Rezza mengenakan outfit serba hitam, foto di studio kemarin. Dengan latar limbo serba putih, Sherin dengan dress megah warna gelap tanpa lengan, berpose berdiri dan Rezza duduk di lantai sembari badan dan kepalanya seakan pasrah bersandar ke kaki Sherin. Sherin dengan wajah fierce dan tangan kirinya memegang kepala Rezza seakan mau menariknya ke atas. Foto yang sangat estetik tapi muncul di saat yang sangat tidak tepat.

"ASTAGA! Maap-maap semuanya. Bang Hendro maap." Rezza baru menyadari laptop-nya pada posisi extend screen sehingga tampilan itu muncul di TV tapi tidak muncul di layarnya. Wajah Rezza merah padam, tertunduk malu mesem-mesem. Sherin sedari tadi buru-buru duduk di sebuah kursi kosong di barisan depan sambil menutup wajahnya. Rezza yang panik pun bingung sendiri gimana cara menutup tampilan itu.

Anya, Janice, dan Icha pun masih shocked di kursinya. Mereka duduk di sekitar row ke-3 dari depan, sejajar dengan posisi Rezza sekarang. Clarissa pun masih mematung di depan TV itu sampai akhirnya Rezza mencabut paksa kabel HDMI itu dari laptop-nya.

"Masih ada pose lain Za?" Hendro bertanya iseng. Semua tetawa. Clarissa tersadar dari shocked-nya lalu ikut tertawa.

"Mas.. Tutup dulu itu fotonya." Sherin marah gemes ke Rezza.

"Iya maaf ya sayang. Aku malu banget.." Rezza benar-benar jatuh harga dirinya di depan semua orang hari itu.

'Tau gitu pake screen mirroring aja tadi.' dalam hati Rezza.


11.20 | Rezza dan Sherin bersiap menuju ke sebuah restoran di Jalan Ampera. Bang Hendro mentraktir orang-orang satu kantor siang itu untuk welcoming semua orang di Setara KOL Agency. Semua staf K&B total 32 orang include intern. Ditambah 12 orang baru dari Setara KOL Agency.

Bang Hendro telah mem-booking sebuah private area di restoran itu, dan dengan sistem buffet. Sherin dan Rezza mengurung diri mereka di ruangan Rezza di lantai 3, masih malu sekali rasanya karena kejadian konyol tadi. Mereka menunggu semua orang pergi baru mereka akan berangkat.

"Sayang.. Udah pada pergi. Mau jalan sekarang?"

"Mas.. Kita harus banget ikut ya?? Malu banget rasanya masss.." Sherin senyum-senyum miris.

"Ya aku juga malu.. Tapi kalo kita gak ikut Bang Hendro bisa tersinggung nanti."

"Hmm.. Yaudah yuk jalan mas.. Kalo kita sampenya telat banget malah dicengin lagi nanti."

"Ah iya juga.. Yaudah yuk kita turun."

Mereka pun jalan bergandengan ke arah lift. Barang-barang lain ditinggal di ruangan Rezza.

Sherin dan Rezza hanya bawa dompet, handphone, dan kunci mobil.

"Mas... Malu banget.." Sherin menelusupkan wajahnya di bahu Rezza sambil gelendotan.

"Iya sama sayangg.. Maaf ya gara-gara aku ini.." Rezza merasa bersalah.

"Kamu sih lagian bucin banget pake liatin foto kita.." Sherin marah gemes.

"Lho kok aku? Kamu yang ngajak foto-foto.. Kamu juga yang kirim linknya ke aku.." Rezza gak mau kalah. Mereka berantem gemas selama di lift.

Begitu keluar di lobi, ternyata masih ada beberapa anak kantor yang belum berangkat. Mereka pun mesem-mesem melihat Sherin dan Rezza. "Misi guys. Kita duluan yaa.." Rezza permisi.

"Iya bangg.. Kita lagi nunggu taksol nih hehe.." mereka memandang Sherin dan Rezza dengan wajah penuh makna. Makna yang tampak jelas memalukan bagi Sherin dan Rezza.

"Okay. Sampe ketemu di sana yaa.." Sherin lewat tapi tak mau kontak mata dengan siapapun.

"Hati-hati Kak Sherin, Bang Rezza.."

"Makasih guyss.."


11.48 | Mobil J5 milik Rezza tiba di restoran khas sunda itu. Nampak ada mobil Anya, mobil Clarissa, dan mobil Hyundai Ioniq 5 milik Hendro sudah terparkir rapih di sana. Iya Hendro memang memiliki banyak mobil, di rumahnya tidak ada spesifik mobil siapa. Biasanya weekdays Hendro pakai mobil listrik agar terhindar dari ganjil-genap Jakarta. Kalau weekend kadang dia pakai HRV yang hari minggu lalu dibawanya ke Cipete, dan ada juga sebuah mobil keluaran lama BMW E46 dua pintu, mobil favoritnya dipakai sejak kuliah. Satu-satunya mobil hak milik pribadi Hendro karena tak ada anggota lain yang mau pakai mobil itu di rumahnya kecuali kepepet. Takut mogok katanya karena mobil lawas.

"Sayang.. Kita muka tembok aja yukk. Capek sendiri kalo malu-malu terus." Rezza sok optimis.

"Okay.. Yuk kita turun." Sherin menjawab yakin.

Rezza turun dan bukakan pintu untuk Sherin. Restoran itu sedang ramai di jam makan siang seperti sekarang. Bahkan beberapa orang harus waiting list. Beruntung mereka sudah reserve tempat.

"Permisi, Kak Sherin dan Kak Rezza ya? Boleh minta foto gak?" seorang wanita yang sedang menunggu waiting list menghampiri mereka.

"Eh iya boleh-boleh.." Sherin menjawab ramah. Lalu wanita itu minta difotokan oleh temannya yang bersama-sama di sana.

"Makasih yaa kak.." wanita itu say thanks. Rezza dan Sherin lanjut masuk ke dalam gandengan.

Untungnya mayoritas anak-anak kantor K&B dan Setara sedang sibuk antre di buffet restoran itu, jadi hampir tak ada yang ngeh kalau Sherin dan Rezza tiba di sana.

"Ah itu Hendro dan Clarissa duduk di situ. Ke sana yuk." Rezza menunjuk ke salah satu meja.

"Yuk mas."

Saat berjalan menuju meja itu, mereka melewati Trio IJA. Icha pun menyapa.

"Bang Rezza, Mbak Sherin mau duduk mana?" Icha menyapa.

"Eh kalian di sini? Kita ke mejanya Bang Hendro ya di situ." Rezza menunjuk meja tak jauh.

"Oh yaudah okay bang. Met makan.."

"Iya met makan juga guyss." Rezza dan Sherin membalas.

Lihat selengkapnya