Membagi Rasa

Azerhays
Chapter #41

Chapter 41

Di lantai dua semua orang bersiap menyambut di depan lift, termasuk Sari, Clarissa, dan beberapa staf HR dan Finance yang satu lantai.

"YAYY. WELCOME BACK.." semua mengucapkan selamat datang ketika Rezza dan Sherin terlihat dari balik pintu lift. Beberapa melempar balon-balon kecil ke udara.

"Whaat.. Ini apa deh?" Rezza bertanya-tanya. Sherin tersenyum bengong.

"Selamat datang yaa yang baru balik honeymoon.. Semoga kebahagiaan kalian bisa menularkan semangat dan rezeki untuk kita semua di lantai 2 Setara, dan lantai 3 K&B.." Clarissa bicara.

"AAMIIINN.." semua mengamini.

"Makasih yaa rekan-rekan sejawat semuanya.. Amin untuk doa-doanya." Rezza jawab.

"Makasih banyak adik-adikku.." Sherin lalu berlari memeluk Clarissa, Sari, dan beberapa staf wanita di lantai 2.

"Iya kakk.. Kakak mau apa? Kopi, teh? Kita udah siapin di dalam. Masuk yuk." Sari mengajak.

"Bang Rezza ikut aja dulu.." Clarissa mengajak Rezza juga.

"Ohh okeoke.. Yuk.." Rezza mengikuti di belakang.

Di ruangannya Sherin, beberapa dekorasi dipasangkan. Sherin pun terharu sampai menangis lalu jatuh dipelukan Rezza.

"Aduh duh duh pake terharu banget, modus kamu mau peluk-peluk aku di depan temen-temen.." Rezza menyebalkan, Sherin pukul-pukul manja. Semuanya tertawa.

"Makasih yaa semuanya. Aku terharu banget padahal baru berapa bulan di sini." Sherin benar-benar tersentuh hatinya.

"Iya kak sama-sama.. Ini berkat idenya Tyas dan Sari juga lho." Clarissa bocorkan.

"Oh iya? Makasih ya Tyas dan Sari." Sherin menatap dengan mata masih sembab.

"Sama-sama mbakk.."

"Oh iya ini ada kopi kesukaannya Mbak Sherin, caramel machiato tapi hot. Sama ini mungkin buat Bang Rezza boleh kalo mau. Cappucino hot barusan dibeli dari Coffee and Crackers depan situ." Tyas menyodorkan.

"Atau mau yang lain?" Sari menanya.

"EH iya cukup.. Makasih banyak yaa Tyas, Sari, Cla, semuanya." Sherin menerima dua gelas itu, satunya dikasih ke Rezza.

"Yaudah kalo gitu kita balik ke meja masing-masing yaa. Mari Bang Rezza, Kak Sherin.." Clarissa menutup keseruan pagi menjelang siang itu.

"Thank you guys, have a good day.." Sherin berkata.

"You too kakk.." Sari membalas.

"Hmmm. Yaudah. Are you happy sayang? All good?" Rezza mengelus bahu Sherin.

"All good sayangku, suamiku.." Sherin menjawab, Rezza menyeka air mata di pipi Sherin.

"Alright, aku ke lantai 3 ya sayang.. See you at lunch.. Bye.. Muahh.." Rezza kiss bye.

"Ih kok kiss bye? Kiss beneran dongg.." Sherin melunjak. Rezza geleng-geleng.

"Okay mana yang mau di-kiss?" Rezza mendekat. Sherin tunjuk bibirnya. Rezza tak pakai lama menyergap bibir Sherin dengan bibirnya. Sekitar sepuluh detik kemudian Rezza lepaskan.

"Udah, lanjut lagi nanti. Bye sayang.. Love you.." Rezza mundur perlahan.

"Love you too my husband!" Sherin senyum sumringah. Rezza pun mengangguk dan pergi dari sana. Ini pertama kalinya mereka berjauhan sejak menikah kemarin, tapi karena hanya beda satu lantai, keduanya pun lebih santai. Rezza menaiki tangga sambil menggendong tas ransel berisi laptop-nya, tangan kiri memegangi gelas kertas berisi hot cappucino.

Siluetnya terlihat dari ruang meeting lantai 3.

"Eh eh Bang Rezza udah balik.." Icha senggol Anya di sebelahnya. Di depan Janice sedang berbicara, Arina duduk di sebelah kursi yang biasa ditempati Rezza. Tak lupa Sigit serta Ojan yang duduk di belakang. Pintu diketuk.

"Morning guyss.." Rezza masuk setengah badan sambil tersenyum.

'Oh my god! Ganteng banget suami orang..' dalam hati Icha dan Anya.

"Morning bangg.. Gimana honeymoon-nya?" Arina dan Sigit menanyakan hal yang sama.

Rezza menghela nafas lalu duduk di kursi biasanya.

"Hmm gausah dibahas ya.. Capek banget gue." Rezza sambil sibuk mengeluarkan laptop dari tasnya. Anya, Janice, dan Icha memperhatikan gerak-gerik Rezza yang sibuk sekali.

"Terus oleh-oleh gak ada bang?" Icha tanya.

"Hmm.. Ada tapi tadi kita kan baru banget sampe.. Maaf ya guys jadi belum sempet dibongkar koper kita.. Besok deh ya.." Rezza say sorry ke Icha dan semuanya.

"Iya gapapa bang, paham kok.." Janice jawab sambil berdiri di depan.

"Thanks Janice. Yaudah lanjut-lanjut." Rezza menyudahi obrolan soal dirinya, meeting pun berlanjut.


12.08 | Sherin naik ke lantai 3. Trio IJA beserta Arina, Ojan, dan Sigit sedang makan bersama di ruang tengah.. Mereka melihat ke arah Sherin.

"Kak Sherin.." Janice memanggil.

"Haii. Kalian makan di sini?" Sherin basa-basi.

"Iyaa mbak, soalnya lagi mager pergi-pergi.." Icha nyamber.

"Makan duluan ya Sher.." Anya basa-basi.

"Oh iya, silahkan-silahkan.. Met makan yaa guys. Aku ke ruangan suamiku dulu hehe"

"Ciyee suami nih yee.." Sigit ngeledek sambil nyengir, Ojan pun ikut cengengesan.

"Iya dongg.. Bye guys.." Sherin balik badan lalu ke ruangan Rezza.

"Bye mbakk.." semua kompakan.

"Sayaangg kamu lagi apa?" Sherin nyelonong masuk ke ruangan Rezza. Rezza sedang tertidur di sofa.

"Yaampun, sayang kamu tidur??" Sherin setengah berteriak, tapi Rezza terdengar mendengkur.

"Kasian, pasti kecapekan dia. Yaudah aku tungguin deh." Sherin duduk di kursi kerja Rezza. Tampak laptop sedang membuka folder berisikan foto-foto mereka di Jepang kemarin. Sherin menggeleng membayangkan Rezza pasti sedang lihat-lihat foto itu lalu mengantuk. Sherin pun send Airdrop beberapa foto terbaik mereka ke iPhone-nya..

"Aku upload ahh.." Sherin kemudian mengutak-atik beberapa foto dan video. Hendak ia jadikan carousel post di Instagram dan di TikTok dengan caption '❤️ 🇯🇵 #latepost' tak lupa sebuah lagu 'Tokyo (feat. Skaai)' by Yonawo.

Total 5 foto dan 3 video di-upload-nya dalam bentuk carousel. Ia buat collab post dengan akun pribadi Rezza dan akun bersama. Karena Instagram Rezza terbuka di laptop-nya, Sherin pun accept request collab post tersebut. Sherin senyum-senyum bahagia, dalam hitungan menit puluhan likes didulang dari post tersebut.


Sorenya, Rezza sedang sendiri di ruangannya. Sherin bahkan pergi bersama Clarissa dan Tyas meeting dengan salah satu klien di Jalan Jend. Sudirman.

Pintu ruangan Rezza diketuk.. "Iya masuk.."

"Bang Rezza.. Ganggu gak?" Janice masuk.

"Oh Janice, nggak nggak. Lagi deck checking aja. Kenapa? Masuk-masuk."

"Iya bang, aku mau ngobrol sebentar.." Janice membawa sebuah map warna coklat.

Lihat selengkapnya