Membagi Rasa

Azerhays
Chapter #55

Chapter 55

08.15 | Senin pagi, Sherin dan Rezza tiba di lantai 2 kantor Setara.

"Pagi Mbak Sherinn.. Bang Rezza.." semua orang menyambut.

"Ih Mbak Sherin cantik bangettt.. Bagus mbak hijabnya." Tyas berucap spontan melihat Sherin datang. Sherin pun tersipu malu sambil menggandeng suaminya.

"Makasih yaa Tyas.. Mau naik gaji ya kamu?" Rezza iseng menjawab karena Sherin speechless.

"Hehe ya kalo bisa mah gak nolak bang." Tyas asbun.

"Yaudah kita masuk ya.. Makasi Tyas." Sherin menarik tangan Rezza ke dalam ruangannya.

"Masama mbakk." Tyas jawab.

"Mas.. Aku pantes gak sih pake hijab? Aku gak pede dehh. Reaksinya Tyas lebay gitu."

"Hadehh nggak lah sayangg.. Bener kata Tyas, kamu tambah cantik. Dari kemarin juga kan aku bilang gitu." Rezza menjelaskan.

"Ah kamu mah gombal.."

"Enggak, aku mah gembil. Pipi aku gembil hehe" Rezza asbun.

"Ishh jayus!" Sherin melepas tangan Rezza lalu duduk di kursi kerjanya.

"Kamu capek?" Rezza mendekat lalu memijat pelan pundak Sherin.

"Enggak mas.. Aku masih ngantuk aja, bentar lagi meeting. Clarissa pasti udah sampe.."

"Yaudah semangat yaaa mamaa. Nanti ada apa-apa call papa aja yaa.." Rezza sok imut.

"Iyaaa papaaa.." Sherin meladeni dengan manja.

"Yaudah aku ke atas dulu ya sayang.. Semangat meeting-nya, kabarin kalo butuh apa-apa. I love you.." Rezza mengecup kening Sherin yang setengahnya tertutup hijab.

"I love you too papaa.." Sherin mengelus lembut kedua pipi Rezza sambil berdiri dari kursinya.

"Mau ciumm.." Rezza asbun.

"Mmuuahh.. Tuh udah.." Sherin cium di pipi kanan Rezza.

"Satu lagii.." Rezza tunjuk pipi kirinya.

"Mmuaahh.. Udahh, gausah nambah lagi.." Sherin mulai bete.

"Okayy bye sayangg.." Rezza sumringah.

"Byee papaaa.." Sherin membiarkan Rezza berjalan menjauh sambil senyam-senyum.


Di lantai 3 Rezza dengan senyum merekah berjalan.

"Morning bangg.." beberapa staf yang sudah hadir menyapa sambil senyum-senyum.

"Morning guyss.." Rezza berjalan melalui begitu saja.

"Pagi girrlss.." Rezza menghampiri Anya, Icha, dan Arina yang sedang duduk di sana.

"Pagii bangg.." semua kompak menjawab.

"Eh bang. Itu.." Arina menunjuk pipi Rezza.

"Kenapa? Ada bekas lipstik ya? Gapapa lipstik Sherin kok bukan cewek lain. Hehe"

"Ih apasih bang.. Najong lu!" Icha asbun.

"Yaudah byee.. See ya at the meeting guyss.." Rezza berlalu menuju ke ruangannya.

"Byeee.." mereka bertiga geleng-geleng liat kelakuan bosnya.

Tak berapa lama Rezza buka laptop, masih sambil senyum-senyum, tiba-tiba siluet Hendro datang mendekat ke ruangannya.

"Mampus gue! Ada Bang Hendro lagi!" Rezza panik, mengambil tissue di meja sofa lalu mengelap buru-buru pipinya sambil mengaca sedikit di cermin kecil di tembok.

"Morning Za!" Hendro ketuk pintu.

"Masuk bangg.." Rezza jawab.

"Hey, pagi Za.. Belum meeting kan?"

"Eh pagi bang, belum-belum. Keknya bentar lagi tunggu yang lain dateng.."

"Oh yaudah, gue mau ikut soalnya ada yang perlu gue share.."

"Oh yaudah duduk bang.." Rezza persilahkan Hendro duduk di kursinya.

"Okay thanks Za.." Hendro duduk di kursi kerja Rezza, Rezza duduk di depannya.

"Eh Za.. Itu.." Hendro menunjuk pipi kanan Rezza.

"Hah? Kenapa bang? Ada bekas lipstik ya? Maaf-maaf.." Rezza panik.

"Nggak, itu ada sisa tissue tadi. udah ilang sih. Kenapa? Tadi abis kena lipstik Sherin? Haha"

"Hehe iya bang, tadi Icha kasih tau gue ada sisa lipstik gue gak ngeh." Rezza ngeles sambil panik dikit.

"Yah gapapa Za.. Kan kalian suami istri.. Kalo kalian belum suami istri di kantor begini ya gue tegur lah." Hendro mengancam, Rezza pun lega mendengarnya.

"Oke-oke sorry bang. So, ada apa bang ntar mau ikut meeting?" Rezza penasaran.

Mereka pun berbincang casual namun serius. Hendro menawarkan untuk memegang sosial media sebuah perusahaan yang baru saja bekerja sama dengan perusahaan keluarga Hendro. Hendro ingin supaya Rezza dan K&B mengajukan proposal penawaran. Untuk itu Hendro pagi-pagi ke sana untuk ikut meeting sekaligus menemui pacarnya, Clarissa.

10.23 | Ruang meeting K&B lantai 3.

"Jadi kalian belum hire AE lagi?" Hendro tanya.

"Iya bang, gue udah review beberapa CV masuk. Terus juga wawancara dua orang dari Anya belum ada yang click di gue.." Rezza mengeluh.

"Kenapa lo? Belom move on dari Janice?" Hendro tanya hal yang menohok. Semuanya kikuk.

"Eh gak gitu bang. Gue.. Belom nemu yang cocok aja. Itu juga rekomendasi dari Anya sih. Junior lo ya Nya?" Rezza lempar pertanyaan.

"Hm iya tapi gue gak kenal deket sih. Gue infoin temen gue yang aktif di Himpunan Mahasiswa, terus ada dua rekomendasi itu yang gue dapet. Tapi Bang Rezza belum cocok."

"Yaudah kalo gitu, dicoba lagi ya Za.. Kalo klien ini jadi, kalian takutnya makin kelimpungan lho."

"Eh aman sih bang sementara, kan ada intern AE kita namanya Alissa. Tapi dia pagi ini ke kampus dulu. Ntar siang ke sini, so far bagus sih sangat membantu Anya dan Icha." Rezza jelaskan.

"Oh iya? Bener Nya? Cha?" Hendro tanya.

"Iya bang, gue juga udah rekomendasiin ke Bang Rezza sih kalo misal Alissa udah lulus, coba ditawarin full-time aja di sini siapa tau dia mau.." Anya jawab.

"Oh gitu, boleh tuh Za. Dia kuliah di mana? Semester berapa?" Hendro tanya lagi.

"Di UPN bang, Komunikasi UPN. Kalo gak salah semester delapan apa sepuluh gitu ya Cha?"

"Iya dia semester sepuluh bang, soalnya katanya sempet cuti satu semester kerja di kantor bokapnya gitu dia sempet cerita." Icha jelaskan.

"Oh ya? Bokapnya punya bisnis dong.." Hendro penasaran.

Lihat selengkapnya