Memori Sepia dan Semilir Rahasia

Tira Riani
Chapter #6

Chapter 6

Senja hendak bermukim, di langit tinggal kilatan orange bercampur abu kehitaman, lampu-lampu di rumah-rumah satu persatu dinyalakan begitu juga tirai yang menjadi pelindung di balik jendela telah sepenuhnya tertutup, kecuali di kediaman Ria. Lampu 5 Watt menyinari tiap sudut bangunan kayu itu, di kursi panjang yang menghimpit jendela Aki duduk nyaman, sesekali diseruputnya teh tawar yang masih mengepul, ia memang senang menyaksikan peristiwa pergantian siang dan malam. Di atas meja tergeletak sepiring ulen yang telah dibakar oleh Nini sebelumnya.

Di sudut lain sepasang mata mengawasi, itu milik Ria. Gadis itu duduk di atas samak dengan buku-buku PR tergeletak begitu saja. Di sela jarinya tersempil pena hitam yang terus ia mainkan. Buku-buku itu hanya pengalihan saja, kenyataannya pikiran Ria sibuk menelaah isi surat yang menyebut tentang Aki. Mata gadis itu lalu berpindah pada sekumpulan kata-kata yang membuatnya gusar, sekali lagi ia membaca surat itu.

Aku gak tau kenapa musibah itu bisa berpindah ke Dian, tapi itu bukan salah kamu Ria. Kamu hanya menghindar, aku tau kamu merasa bersalah tapi kamu jangan terus-terusan sedih. Soalnya habis ini bakal ada musibah lain yang menimpa Aki. Kamu harus berani Ria, kamu harus cegah musibah ini. Saat sedang memangkas ranting di ladang dekat sawah ranting yang terselip akan menjepret matanya hingga berdarah, karena hal itu Aki gak bisa lagi melihat. Kamu harus mencegahnya. Oh ya, kita hanya bisa bertukar surat di jam 11.30 sampai jam 12.00 di hari jumat.

Lihat selengkapnya