Memori Sepia dan Semilir Rahasia

Tira Riani
Chapter #13

Chapter 13

'Tik tok tik tok' jarum jam yang tergantung di dinding berjalan-jalan dengan suara detak yang tajam. Iramanya menggema di kesunyian malam, Ria terjaga mendengarkan. Ia menatap lantai kayu yang dingin. 'Krukkk krukk' gadis itu memegangi perutnya, hari ini ia memang tak berselera makan. Pagi tak sarapan, siang hanya beberapa suap, dan setelahnya tak ada apapun lagi yang berselancar ke lambungnya. Badannya juga mulai sakit, sejak pulang sekolah ia terus berbaring di kasurnya.

"Ria laper?" Mamah yang tidur di sampingnya bertanya. Malam itu Mamah dan Bapak memutuskan untuk menemani anaknya tidur, mencoba membujuk agar tidak marah lagi.

Ria menggeleng pelan tapi perutnya justru makin kencang berbunyi. "Hayu makan sama mamah." Perempuan berambut ikal panjang itu beranjak.

"Tapikan kata Nini gak boleh makan di rumah sehabis magrib." Ria menatap sayu, matanya bengkak dan menghitam gara-gara air mata yang terus terjun seperti air di bebatuan. "Hayu ikut mamah aja." Tangan Ria ditarik, gadis itu menurut berjalan menuju dapur, matanya melirik sang pengatur waktu, tepat pukul 11 malam. "Ria tunggu di depan rumah ya." Mamah membuka pintu dapur dan membiarkan anaknya lewat, sedang ia mencari sesuatu.

Lihat selengkapnya