Memori Shania

Suci Adinata
Chapter #42

Memori 44 : Yurushite

Dita dan teman-temannya sudah selesai latihan. Bagian dokumentasi sedang sibuk mencari flashdisk. Niat ku ikut ke basecamp, karena ingin mengajak kang Dhani berbicara secara langsung. Tapi dia sedang meminjam gitar Dita, lalu memainkan lagu yang pernah dibawakannya ketika tampil mengisi acara di sekolahnya dulu. Aku mendengar cerita itu dari kang Dhani.

Mereka begitu kompak memainkan tangga-tangga nada. Ada beberapa teman di basecamp kami. Tidak aku kenali. Wajah-wajah baru, wajar. Teman satu angkatan kami sudah mempunyai kesibukan masing-masing, termasuk Opi.

"Mbak, tadi ada kak Dhery."

Tentu saja cerita darinya membuat ku tersadar sebentar. Waktu kami berdua tiba di halaman basecamp. Ada seseorang keluar, dengan mengalungkan kamera. Sorot matanya mengarah ke arah ku. Wajahnya tertutup masker hitam. Apakah itu dia? Tidak mungkin, sanggah pikiran ku. Lagipula ada kepentingan apa dia ke tempat kami berkumpul. Bisa jadi, itu salah satu teman kami. Apakah orang yang membawa kamera DSLR berarti dia kak Dhery? Bisa jadi orang lain kan. Aku tidak ingin berharap dan merangkai skenario di kepala sebelum ada jawaban.

Aku kembali menulis, tapi sebelum itu. Aku membuka media sosial dan menemukan sesuatu di sebuah komentar.

(Tahun 2015, bersama Arini Arni. Media sosial dirahasiakan)

****

Aku segera bangkit dari kursi. Tempat yang selama 2 jam menemani ku mengetik naskah. Bergegas memberi kabar kepada Opi. Melalui sambungan telepon, aku mendengar suaranya yang begitu antusias dan senang menjadi satu. Tentu saja, permasalahan muncul. Apakah ada cara untuk mempublikasikan naskah ini. Tanpa ada yang mengetahuinya.

Lihat selengkapnya