Lari dari masa lalu bukanlah solusi yang tepat. Pada hakikatnya, masa lalu tetap berada di samping kita sampai selesainya perjalanan kehidupan.
Bahkan, sejauh apapun kamu berlari. Masa lalu tidak akan pernah bisa ditinggalkan begitu saja. Harus ada sebuah wadah yang menjadi tempatnya. Sebagai penulis, aku belajar banyak hal dari cerita-cerita mereka. Tapi, aku hanya bisa menyediakan ruang diskusi, mengambil peran sebagai pendengar. Semua keputusan berada di tangan mereka.
Hal yang paling menguras emosi dan paling sulit ditulis menurut ku adalah, tentang cinta dua insan yang tidak akan pernah bisa bersama. Sebuah ide cerita yang selalu aku hindari. Namun, yang dihindari justru membentuk ku menjadi seorang penulis, walaupun masih merintis. Dengan melewati berbagi proses.
Lalu, apa kabar mereka semua? Setelah novel pertama ini selesai melewati tahap penyuntingan mandiri dan masuk ke platform menulis.
Shania memutuskan untuk fokus mengerjakan kegiatannya saat ini sebagai penulis. Mencoba mengirimkan hasil tulisannya ke media-media. Lebih bahagia dari sebelumnya. Kami berdua terkadang saling memberikan kabar dan informasi satu sama lain. Kini, dia memilih untuk membatasi diri dalam segala hal. Termasuk mengendalikan kekhawatiran terhadap masa depan. Setelah novel tentangnya tersebar luas, dia tidak pernah aktif menggunakan media sosial. Bahkan menghapus akunnya. Sedang membutuhkan ketenangan. Aku belum mendapatkan informasi mengenai rencana dia kedepannya.
Dita saat ini akan naik ke kelas XI dan belajar menciptakan lagu. Sambil menyusun strategi untuk mendapatkan beasiswa ke Jepang. Berlatih dan terus belajar dengan disiplin. Belajar bahasa Jepang secara otodidak dan terkadang memberikan beberapa informasi kepada ku, tentang proses dia mewujudkan mimpinya. Sehingga membuat ku mulai terlibat dan belajar beberapa kata bahasa Jepang.
Hendra, atau lebih dikenal dengan Opi. Memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S2. Tentu saja, aku sebetulnya penasaran. Apa yang membuatnya berpikir untuk melanjutkan pendidikan.
Jadi basecamp kami tidak ada yang mengurusnya lagi. Anggotanya juga sibuk dengan urusan mereka. Bahkan sebelum resmi dibubarkan. Beberapa ada yang menikah, bekerja ke luar kota, mengambil gelar pendidikan yang lebih tinggi dan hal-hal baik lainnya.
Aku juga mendapat kabar, bahwa Arni bekerja di sebuah rumah sakit swasta, sebagai perawat dan Nur sudah punya anak. Beberapa teman satu angkatan dan para kakak kelas juga menemukan kehidupan masing-masing, ya menikah salah satunya. Bahkan hampir semua tokoh dalam novel yang aku tulis, sudah memiliki keluarga kecil yang bahagia. Aku juga sangat bahagia mengetahui hal ini.
Masih ada kelanjutan ceritanya, tapi kami semua sepakat untuk berpisah dalam beberapa tahun. Fokus mewujudkan impian masing-masing. Kapan kami akan melakukan reuni? Masih dipertimbangkan, karena waktunya tidak akan sama lagi.
Aku? Untuk sekarang masih sibuk melotot di depan layar laptop yang sedang berkedip. Menyelesaikan cerita segera mungkin. Aneh jika membuat prolog tanpa epilog. Setelah semua selesai. Aku lega.