Memori Tanpa Makam

Oleh: Corvi Aldhecca Russida

Blurb

Tentang sebuah memori traumatis lintas generasi akan pembantaian massal tahun 1965. Sosok gadis, ibu, dan nenek bernama Utari menjadi sosok kunci dalam cerita. Utari telah hidup selama sembilan dekade, menjadi saksi hidup negara yang semula masih berupa tanah jajahan hingga menjadi negara kesatuan berdaulat yang dipimpin
oleh presiden ke-8. Di balik diam dan sosoknya yang tenang di usianya yang sudah sangat senja, nyaris 100 tahun, ia menyimpan luka trauma luar biasa akan peristiwa tahun 1965.
60 tahun kemudian setelah peristiwa itu, Utari hidup bahagia dengan keluarga besarnya.
Ia sudah punya cucu dan cicit. Di masa tuanya itu, Utari hanya tinggal dengan cucu bungsunya, Alif, yang memiliki paras serta kepribadian mirip suaminya. Namun, Alif bekerja di luar kota yang mengharuskannya menyewa sebuah rumah di kota ia bekerja untuk memudahkan mobilitasnya. Untuk membantu aktivitas kesehariannya, Utari dibantu oleh seorang caregiver bernama Rianti, yang memang dipekerjakan oleh keluarga besarnya. Interaksi antara Utari dan Rianti semakin hari semakin akrab seperti nenek dan cucu. Utari juga sempat menyampaikan keinginannya untuk menikahkan Alif dan Rianti. Namun, hal itu urung terjadi. Hingga akhirnya Utari menghembuskan napas terakhir di usia 91 tahun, Alif baru mengetahui rahasia besar tentang kakeknya ketika membaca arsip surat nenek yang sudah disimpan puluhan tahun.

Lihat selengkapnya