Menanti

Oleh: Wulan Qurotul A'iyun

Blurb

Rumah bukan sekadar dinding dan atap. Tapi, tempat di mana luka ditempa menjadi penerimaan, di mana cinta diuji dan akhirnya dimenangkan. Hanna dan Daffa memulai perjalanan membangun rumah di atas tanah yang diwariskan ayahnya. Namun, di balik dinding yang belum usai, ada cerita lebih besar—tentang seorang ibu yang takut kehilangan, seorang suami yang berjuang mendapatkan restu, dan seorang istri yang berusaha mempertemukan dua dunia yang selama ini terpisah.

Di tengah proses pembangunan yang panjang, cinta, doa, dan air mata bercampur jadi satu. Karena rumah yang sesungguhnya tidak dibangun di atas tanah, tetapi di atas hati yang saling memaafkan.

"Menanti" — bukan tentang menunggu rumah selesai. Tapi, menanti restu, menanti maaf, dan menanti saat ketika semua orang akhirnya bisa pulang.

Lihat selengkapnya