Matahari mulai menampakkan diri, entah karena suasana hatinya, atau memang kali ini matahari bersinar lebih terang? Hanna merasa dunianya pagi ini lebih bersinar. Awan-awan putih bersih menghiasi hamparan langit biru, menambah kesan ceria di pembuka hari. Suara kicau burung membuat pagi terasa syahdu.
Setelah selesai mandi dan beres-beres kamar, Hanna bergegas mencari ibunya. Dengan semangat dia membawa uang yang diberikan Daffa semalam. Di sudut hatinya, ada setitik harapan yang mungkin bisa diraihnya pagi ini. Semoga dengan ketulusan suaminya, ibunya bisa sedikit membuka celah gembok yang telah lama terkunci.
"Bu..." Pandangannya menyapu seisi rumah. "Ibu ke mana, ya? Mungkinkah Ibu keluar?" Hanna melirik jam dinding. "Tapi ke mana jam segini?" Alisnya berkerut, dia tidak bisa menemukan ibunya di sudut rumah mana pun. Cemas mulai menyelimuti dirinya. "Apa ibu di halaman belakang?" Gumamnya.
Hanna melangkah cepat, dia ingin segera menemukan ibunya. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti. "Syukurlah," dia melihat ibunya sedang duduk di bangku kayu, menikmati hangatnya pagi hari. Hatinya mulai gelisah, ada sedikit ragu yang terbesit. Hanna menarik napas dalam-dalam sebelum kembali melangkah. Dia memejamkan mata, menenangkan gemuruh di hatinya. Memang, kini dia menjadi setakut itu saat hendak berbicara dengan ibunya. Dia takut akan terjadi sesuatu yang tidak pernah dia harapkan lagi. Dia takut salah mengambil langkah. Dia takut akan kembali melukai ibu maupun suaminya. "Bismillah, semoga kali ini semuanya baik-baik saja. Semoga dengan ini Ibu bisa sedikit membuka ruang hatinya untuk Mas Daffa." Tak henti-hentinya Hanna berdoa dalam hatinya.
"Bu," Hanna menepuk lembut pundak ibunya.
Bu Rani menoleh sedetik, lalu matanya kembali menatap langit biru yang begitu indah. Hanna semakin gugup, matanya memanas. "Ayo, Hanna. Dia ibumu." Hanna terus meyakinkan dirinya sendiri.
Hanna duduk di samping ibunya. "Bu," Hanna mengeluarkan uang itu dari saku bajunya. "Ini uang dari Mas Daffa." Hanna kembali menarik napas dalam-dalam. "Katanya, Ibu pakai saja uangnya, tidak usah pinjam. Uang ini untuk Ibu."