Menanti

Wulan Qurotul A'iyun
Chapter #29

Bab 29

Beberapa hari kemudian, Daffa pulang dengan langkah ringan. Wajahnya tampak lebih cerah dari biasanya. Ia langsung mencari Hanna yang sedang bermain dengan Arkan di halaman belakang


“Sayang, aku sudah menemukan kontrakan!”


Hanna menoleh, matanya berbinar. “Kamu serius, Mas?”


“Iya. Lokasinya tidak jauh dari sini. Hanya sekitar sepuluh menit naik motor. Rumahnya kecil, tapi cukup untuk kita bertiga.” Daffa duduk di samping istrinya, menggenggam tangannya. “Ada dua kamar tidur, ruang tamu, dan dapur kecil. Harganya juga terjangkau.”


Hanna tersenyum lebar. “Kapan kita bisa lihat, Mas?”


“Besok. Tapi, sebelumnya...” Daffa menatap istrinya serius. “Aku harus minta izin dulu sama Ayah dan Ibu.”


Hanna terdiam. Hatinya berdegup kencang. “Mas, kamu yakin?”


“Iya, Sayang. Mereka itu orang tua kita. Setiap langkah yang akan kita ambil, sebaiknya dibicarakan dulu dengan mereka.”

Hanna mengangguk.


Setelah makan malam, Daffa duduk di ruang tamu bersama Pak Reza dan Bu Rani. Hanna duduk di sampingnya, menggenggam erat tangan suaminya. Arkan sudah tidur di kamar.

“Ini adalah langkah besar. Langkah yang bisa mengubah segalanya. Semoga, jalan yang aku pilih ini benar dan akan membawa kebahagiaan kelak. Semoga Ibu benar-benar sembuh setelah aku pergi. Aku tidak pernah ingin menjadi penyebab sakitnya Ibu.” Batin Hanna.


“Ayah, Ibu, saya mau bicara.”


Pak Reza menurunkan kacamatanya. “Ada apa, Daffa?”


“Saya sudah menemukan kontrakan. Saya ingin membawa Hanna dan Arkan pindah.”


Bu Rani menatap Daffa dengan sorot sulit dibaca. “Kontrakan? Di mana?”


“Tidak jauh dari sini, Bu. Sekitar sepuluh menit naik motor. Rumahnya kecil, tapi cukup untuk kami bertiga.”


Pak Reza menghela napas, lalu menatap istrinya. “Kenapa mendadak sekali, Daffa?”


“Iya, Pak. Sebenarnya ini sudah beberapa hari saya dan Hanna rencanakan. Namun, baru hari ini kami berani bicara kepada Ayah dan Ibu.”

Bu Rani terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya berbicara.


“Kapan kamu mau pindah?”


“Jika diizinkan, besok saya mau bawa Hanna lihat kontrakannya. Dan jika cocok, kami ingin segera pindah.”


Lihat selengkapnya