Mencari Adil

Rizky Kurniawan
Chapter #15

Bab 15

Tiga minggu setelah Komet pulang dari rumah duka, sepucuk surat datang ke rumah Ma Siah, dibawa petugas pos yang sama dengan yang dulu mengantarkan surat pertama dari Riri. Selain nama penerimanya kini berganti menjadi Ahmad Komad, kali ini amplopnya pun lebih kecil dengan tulisan tangan yang lebih rapi, seperti sengaja ditulis berkali-kali sebelum akhirnya dikirim.

 

Kak Komad,

 

Saya harap surat ini sampai dengan selamat. Saya khawatir dan masih ingat betul wajah Kakak waktu pulang dari pemakaman Ayah, jadi saya berharap perjalanan Kakak baik-baik saja sampai ke rumah.

Ambu titip salam, katanya Kakak jangan sungkan kalau-kalau ingin berkunjung pada kami. Saya sendiri... saya masih memikirkan semua yang Kakak ceritakan soal Nenek, soal Ibu Kakak.

Semoga Nenek Kakak sehat selalu.

 

Riri

 

Komet membaca surat itu berulang kali di teras rumah, sebelum akhirnya menyimpannya dalam laci kecil di kamarnya—laci yang sama tempat dia dulu menyimpan surat pertama dari Riri yang mengabarkan Adil sakit keras.

Butuh waktu dua minggu untuk membalas. Bukan karena tak ingin, tapi karena setiap kali mencoba menulis, kalimatnya terasa canggung, seperti sedang bicara dengan orang asing yang kebetulan berbagi ayah yang sama.

 

Lihat selengkapnya