Mencintai sendirian

ismiati wardani
Chapter #6

Bab 6- Keluarga

Mencintai sendirian Bab 6 - keluarga 

Antoni duduk di hadapan dokter yang menangani putranya. "Bagaimana keadaan anak saya Dok,?" tanya Antoni sedikit tenang. Tidak terlalu hawatir karena ucapan perawat tadi.

“Kondisininya sudah baik. Mungkin 2 hari lagi boleh pulang.”

Mendengar itu membuat Antoni lega.

“Sukurlah kalau begitu.”

“Tapi untuk sementara anda belum bisa menjenguk putra anda.”

"Kenapa Dok,?" tanya Antoni heran.

“Itu adalah syarat yang diajukan Leon, dia tidak ingin bertemu anda. Saya tidak tau ada masalah apa diantara kalian berdua. Tapi mungkin dia butuh waktu untuk bertemu anda. Terauma atas kehilangan biasa terjadi. Dan biasanya itu tidak lama, tergantung dari beberapa kasus.”

“Lalu apa yang saya harus lakukan?”

“Tidak ada, dia perlu waktu untuk berduka.”

Antoni menunduk, emosinya berkecamuk, tapi dia tidak merasa menyesal menyembunyikan penyakit istrinya demi mental sang anak yang masih 

di bawah umur saat itu. Ia takut ketika Leon tahu kondisi mamanya itu akan mempengaruhi tumbuh kembang dan mental putranya.

"Baik, terimakasih Dok," ucap Antoni dan akan berdiri berpamitan.

"Sebaiknya anda ganti pelayan, pelayan mana yang meninggalkan anak majikannya dengan anak di bawah umur, kita tidak boleh terlalu percaya pada orang yang bukan keluarga untuk merawat anak kita. Karna keluarga saja biasanya tidak peduli apalagi orang asing." ucap dokter itu menjawab pertanyaan Antoni yang berkecamuk di pikirannya.

"Terimakasih Dok, saya pastikan akan memecat pelayan itu!" ucap Antoni pergi dari hadapan dokter.

######

Antoni menyusuri lorong rumah sakit dengan pikiran yang berkecamuk. Sudah beberapa kali ia di hianati orang yang ia percaya. Pertama Vivian mamanya, yang kabur ke luar negri membawa uangnya lalu menghilang, lalu Malik dan Ratih, Entah beberapa banyak orang lagi yang telah menghianatinya dan mengambil uangnya.

"Ratih, aku pasti akan memasukkanmu kedalam penjara atas tuduhan penelantaran anak dan penggelapan dana. Dan pastikan kamu akan mendekam di penjara seumur hidupmu!" Sumpah Antoni.

****

Saa Antoni sampai di depan Ratih dan Malik, kedua orang itu masih duduk di luar sambil berbincang-bincang. Saat Langkah Antoni kian dekat. Keduanya nampak terkejut dan berhenti bicara.

"Apa kamu sudah bertemu Leon, bagaimana keadaannya.?" tanya Antoni pada Ratih.

“Dia baik.”

"Kenapa masih menunggu di luar? bukannya kamu pelayannya yang harus menemani putraku 24 jam! jangan memakan gaji buta Ratih!" bantak Antoni. Ia tidak bisa mengontrol emosi yang meledak-ledak terhadap Ratih. Ia merasa marah karena Ratih pelayan yang ia percaya malah meningglakan putranya sendiri dengan adiknya yang tidak tau apa-apa.

Ratih cukup terkejut. Tadi anaknya yang mengamuk mengusirnya. Sekarang bapaknya. Mebuat dia gelisah. Apalagi barusan Malik mengatakan kalau Antoni curiga padanya.

Lihat selengkapnya