Mencintai sendirian

ismiati wardani
Chapter #7

Bab 7 - Kita putus

Mencintai sendirian Bab 7- Kita putus

Hanya butuh waktu 2 minggu untuk mengumpulkan bukti dan memasukkan Ratih, Malik, beserta semua orang yang terlibat di dalamnya ke penjara. Antoni langsung mengambil langkah berani memecat seluruh atasan di perusahannya dan seluruh pelayan di rumah ini. Karna ia tidak tau mana yang setia dan berhianat. 

Pagi itu seperti biasa ada Bunga dan Antoni yang sarapan dimeja makan. Tiba-tiba keduanya dikejutkan oleh Leon yang menuruni tangga memakai seragam SMA dengan tas di punggungnya. Antoni menatap putranya sedih. Leon melewati meja makan tanpa sarapan atau salim seperti dulu. Antoni menatap punggung putranya sedih, tapi tidak menegur atau mengejar putranya. Berbeda dengan Bunga yang langsung meminum susunya dengan sekali teguk, dan langsung berdiri tanpa salim seperti biasanya dan langsung mengejar Leon.

"Kak, tunggu!" teriak Bunga memanggil Leon.

"Kak, kenapa tidak ikut sarapan?" tanya Bunga berusaha mengejar Leon.

Leon berhenti, ia berbalik. Lalu mengacak-ngacak rambut Bunga hingga berantakan membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya sebal."Udah disisir tau Kak!"ucap Bunga kesal.

"Kamu tetap cantik kok, dengan rambut berantakan."ucap Leon berbisik ditelinga gadis 13 tahun itu membuat pipi Bunga bersemu merah dan jantungnya berdetak cepat. Mungkin bagi Leon kedekatan seperti ini hal yang wajar dan tidak menimbulkan detak jantung yang berlebihan. Karna Leon menganggap Bunga adik. dan tidak ada ketertarikan seperti layaknya sepasang kekasih.

“Aku kan tanyak tadi, kenapa kakak tidak sarapan?”

"Kakak tidak lapar. Kamu belajar yang bener, Jangan coba-coba pacaran." ucap Leon memperingati.

"Bunga kan masih SMP, mana mungkin pacaran.

Bunga terlalu sibuk dengan pelajaran." ucap Bunga acuh. 

Lalu ketika sebuah mobil terparkir di hadapanya. Leon malah berbalik pergi.

"Lo, Kakak mau kemana?" tanya Bunga bingung. Biasanya keduanya di antar oleh Pak yadi ke sekolah, Walau keduanya beda sekolah tapi mereka satu arah.

"Kakak mau naik motor." ucap Leon tersenyum melangkah pergi lalu melambai tangan kearah Bunga.

Bunga menatap punggung Leon. Tidak ada yang berubah dari Leon. Senyumnya masih sama, tawanya masih sama seperti dulu. Walau tidak sesering dulu. Tapi satuhal yang Bunga sadari. Leon mulai jarang berbicara pada orang lain selain dirinya. Ia lebih suka menyendiri di kamar dan menutup diri. Tidak seperti dulu yang cengeng dan selalu bergantung padanya. Apakah terluka membuat seorang yang awalnya manja langsung bersikap dewasa setelah kehilangan? tanya Bunga dalam hati.

"Ayo Non," ucap Pak yadi sang supir mengkelakson mobilnya membuat Bunga terkejut karena melamun. Bunga masuk, lalu duduk dikursi kemudi. Pikirannya berkecamuk tentang Leon. Sepanjang perjalan Bunga diam saja dan Pak yadi memperhatikannya dari kaca sepion. “Kesepian ya Non, tidak ada tuan muda?”

Lihat selengkapnya