Mencintai sendirian Bab 11- Malam mingguan
Jam 7 malam Leon memasuki rumah itu, seperti biasa sepi, tidak ada para pelayan yang berlalu lalang. Yang ada hanya ada Sarti yang duduk di sofa itu menunggu sang majikan seperti biasa dan akan beristirahat di kamarnya setelah Antoni pulang dari kantor untuk menyiapkan keperluan majikannya.
Leon mendekati wanita itu yang usianya hampir kepala empat. "Bik, apa papa sudah pulang?" tanya Leon.
"Belum Tuan muda."
"Oh, apa Bunga sudah makan?" tanya Leon lagi. Ia sangat hawatir takut Bunga tidak makan karena menunggunya.
"Belum Tuan muda, saya sudah membujuknya dari tadi. Tapi- nona bersikeras menunggu Tuan muda pulang." Leon tertunduk, ia merasa cemas sekaligus hawatir, Kali ini ia harus tegas pada Bunga agar tidak melewatkan makan siang dan makan malamnya hanya untuk ingin makan bersamanya.
Saat Leon akan berbalik pergi. Sarti mencegahnya. "Non Bunga ada di kolam renang Tuan." ucap Sarti.
Tumben itulah yang berada difikiran Leon, padahal Bunga tidak bisa berenang. Dia lupa, ketika mama dan papanya keluar negri. Keduanya menghabiskan waktu di sana. Dengan Leon yang berenang dan Bunga yang membaca buku pelajaran di tepi kolam renang.
Leon membuka pintu kaca, ia melihat Bunga yang membaca buku. Bukan di tepi kolam renang seperti biasanya. Tapi disebuah kursi panjang yang agak jauh dari kolam renang. Rambut hitamya tergerai indah menutupi sebagian wajahya. Leon tersenyum, lalu melangkah pelan mendekati Bunga yang sedang membaca buku tanpa menyadari keberadaannya yang duduk di sampingnya.
"Kamu pakai kaca mata?" tanya Leon menatap Bunga yang terkejut melihatnya.
Bukan menjawab pertanyaan Leon. gadis itu malah bertanya balik. "Kakak pulang? Sejak kapan?" tanya Bunga lagi.
"Barusan, sejak kapan kamu minus?"
"Beberapa minggu lalu aku sudah periksa dan mendapatkan kaca mata, hanya saja aku memakainya ketika di rumah." ucap Bunga tidak percaya diri dengan kaca matanya.
"Kamu tetap cantik kok, dengan kaca mata itu, tapi aku lebih suka kamu tidak memakai kaca mata." ucap Leon mengutarakan pendapatnya.
"Bunga." ucap Leon ragu mengutarakannya. Tapi ia harus mengutarakannya demi kebaikan Bunga agar tidak selalu menunggu kedatangannya hanya untuk makan.
"Iya kak," jawab Bunga menatap kakaknya.
"Mulai sekarang kamu harus makan sendiri. Karena aku tidak selalu berada di sisimu. Aku memang Kakakmu, tapi sekarang aku bukan anak- anak lagi yang bergantung padamu. Kamu harus terbiasa makan sendiri."
Deg
Rasanya sakit! dan menyesakkan! mendengar kata-kata itu keluar dari mulut kakaknya.
Usia Non bukan anak-anak lagi, carilah teman sebaya Non. Karena Tuan muda sudah remaja bukan anak-anak lagi. Dia mungkin punya banyak teman di luar sana. Bahkan pacar, tidak bisa selalu ada di samping Non terus seperti dulu.