Mencintai sendirian Bab 12- Masa lalu Bunga
Setelah memakan es krim, ke duanya makan kerang saos padang. Dengan es jeruk, beralaskan tikar.
"Enak?" tanya Leon mengulum senyum karena Bunga yang menghabiskan 1 porsi kini menambah satu porsi lagi.
"Kenyang,"ucap Bunga tidak mampu menghabiskan kerang-kerangan itu.
"Mangkanya jangan rakus!" ucap Leon menjitak jidat Bunga membuat gadis itu meringis.
"Sini." Leon meenarik piring Bunga dan memakannya. padahal dia tidak terlalu suka kerang, tapi melihat Bunga yang memakannya dengan lahap ia jadi ngiler.
"Katanya enggak suka?"
"Bukan tidak suka, tapi tidak terlalu suka." jawab Leon mengkoreksi.
Leon memakan kerang itu dengan lahap, rasanya enak, beda dari biasa yang dimasak di rumah.
Seperti biasa Bunga memandang Leon tanpa berkedip. Lalu mengulurkan tangannya untuk mempersihkan sisa saos di samping bibir Leon.
"Udah besar, masih saja makan belebotan."
"Kamu juga, " cebik Leon.
Setelah keduanya kenyang. Keheningan terasa diantara keduanya."Boleh aku tanya?" tanya Leon memulai oborolan, ia sangat penasaran sejak dulu akan masa lalu Bunga. Yang ia ketahui sejak dulu Bunga berasal dari panti asuhan.
"Boleh Kak, santai saja."
"Emmmm--- kedua orang tuamu apa mereka masih ada?" tanya Leon penasaran.
"Mereka sudah meninggal sejak aku berusia
3 tahun." jawab Bunga sedih menatap langit malam yang ditaburi bintang-bintang.
Ingin sekali Leon bertanya lebih jauh lagi, tapi melihat kesedihan Bunga dan pertanyaannya terlalu sensitif, ia memilih tidak bertanya lebih jauh. "Oh."
"Boleh Bunga tanya?"
"Silahkan,"