Mencintai sendirian

ismiati wardani
Chapter #16

Bab 16- 2 Tahun kemudian

Mencintai sendirian Bab 16- 2 Tahun kemudian

2 tahun kemudian

 

Dulu keduanya pernah sedekat nadi, terlalu dekat, hingga salah satunya mempunyai perasaan lebih. Kini semuanya berubah, keduanya bagai orang asing yang tidak pernah bertegur sapa, hanya sesekali ketika ada perlu. Mereka berbicara layaknya orang asing. Semua itu salahnya. Ia yang yang menyuruh Leon untuk menjaga jarak! Apalagi sejak kehadiran Laras, pelayan baru di rumah ini yang usianya 3 tahun lebih tua dari Leon, Leon mulai menjauh, Menganggap Bunga orang asing dan lebih dekat pada pelayan itu. Mereka bermain hati-hati dan rapi, tidak ada yang tahu tentang kedekatan keduanya walau ada beberapa orang yang tau tapi mereka tutup mulut karena ancaman sang Tuan muda. Bunga tidaklah bodoh untuk menafsirkan arti tatapan dan kedekatan mereka. Ia tidak ambil pusing akan asmara kakak angkatnya. Walau ia menyimpan pedih karena hubungan terlarang mereka. Tapi ia memilih mematikan hati dan perasaannya! Ia mulai menyibukkan diri dengan belajar dan belajar karena setelah lulus ia ingin kuliah di universitas di kota ini. Tapi makin hari kedekatan mereka makin menjadi-jadi. Dia tidak tahu sejauh apa hubungan mereka, satu bulan yang lalu Leon menempatkan Laras sebagai pelayan peribadinya secara diam-diam dari papanya. Kalau dulu yang membersihkan kamar Leon adalah pelayan secara acak, kini hanya Laras yang boleh masuk ke kamar Leon. Hanya untuk mengganti seprei, mengambil pakaian kotor, atau menyiapkan seragam Leon. Dia mulai tertanggu karena mereka melampaui batas! Kadang ia berfikir apa yang di lakukan kakaknya bersama pelayan itu hingga begitu lama walau hanya mengambil pakaian kotor? Dia tidak pernah ke lantai 2 lagi setelah kakaknya menyuruhnya pindah ke lantai bawah satu tahun lalu, dan dia sudah pindah sebelum Laras datang menggantikan ibunya Sarti yang keluar karena sakit diabetes.

Seperti biasa sekarang papanya fokus membaca koran dengan meminum segelas kopi, dia tidak pernah memperhatikan interaksi kecil antara anaknya dan pelayannya! Papa dan anak ini sama, Keduanya sama tidak peka tentang hal asmara.

Dia sekarang kelas satu SMA dan menghapi ujian tengah semester, sedang Leon kelas 3 SMA, setelah lulus SMA Leon akan kuliah di luar negri, seharusnya mereka akhiri hungan meraka! Bukan malah menjadi-jadi bersikap layaknya suami istri yang membuat nya mual! Walau dalam hati kecilnya ia menyangkal bahwa kakaknya bukan pria seperti itu, yang berzina dan menanam benih terhadap wanita yang bukan istrinya. Ia harus berdintak! Ia harus membuat wanita itu jauh dari kakaknya! Bukan karena ia cemburu, tapi karena janjinya pada Renata.

Untuk menjadi kekasih Leon, aku tidak peduli! Tapi untuk menjadi nyonya Antoni-- maaf Laras, kamu bermimpi terlalu tinggi! Dan aku akan menghacurkan mimpimu itu!

Laras dan kedua pelayan lain membawa beberapa menu makanan ala rumahan di meja itu. Kalau dulu masakan rumah itu di masak oleh koki, kini ada seorang pelayan yang memasak di rumah ini. Ada ayam goreng bumbu kuning, rendang raging, tumis kangkung, Dan aneka masakan lainnya. Seperti biasa Laras menaruh nasi di atas piring Antoni. Dan untuk ikan, Antoni memilih mengambilnya sendiri karena seleranya berubah-ubah. Setelah itu giliran ia menaruh nasi di atas piring Leon, beserta lauk kesukaan putra tunggal itu. Semuanya tampak wajar, tapi ia bisa melihat senyum Leon yang dulunya miliknya kini beralih pada wanita itu! Atau tatapan penuh cinta terpancar dimata Leon untuk Laras! Dan jangan lupakan Laras yang membalas senyuman Leon. Seperti suami istri saja! pikir Bunga.

Dia selalu muak, cemburu, dan sakit hati! Tapi dia hanya bisa memendamnya karena itu pilihannya. Dan sekarang usia Leon 17 tahun dan akan kuliah di luar negri mempelajari bisnis dan meneruskan perusahaan Antoni. Ia harus membuat Laras menjauh karena posisi nyonya Antoni tidak pantas untuknya.

Lihat selengkapnya