Mencintai sendirian

ismiati wardani
Chapter #18

Mencintai Sendirian Bab 18- PERMINTAAN MAAF

Mencintai Sendirian Bab 18- PERMINTAAN MAAF

"Ayo kita pergi ke UKS," ajak Bunga setelah kakak kelasnya pergi.

"Tidak!" Tolak si gendut.

"Kenapa?" tanya Bunga heran.

"Aku hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian," cicit si gendut takut, padahal ia takut itu akan bermasalah pada ibunya.

Bunga diam, walau permintaan si gendut tidak masuk akal, keduanya duduk dibelakang Kedung sekolah yang tidak terkapai. "Kenapa kamu tadi tidak melawan?" tanya Bunga. "Bukankah kamu cowok juga!"

"Karena aku enggak berdaya," ucap si gendut menunduk sedih, Lebih dari apapun ia takut ibunya dipecat dari pekerjaannya sebagai pembantu.

" Memang sulitsih- melawan 5 orang,"ucap Bunga menyimpulkan. "Kalau aku enggak datang- pasti kamu mati."

"Aku enggak akan mati semudah itu! Walau mereka kejam, mereka tidak akan seceroboh itu membunuh siswa di area sekolah!"

Bunga menatap pria di sampingnya. Cowok gendut perkiraan berat badannya 80kg bisa lebih, dengan kulit hitam, Wajah dibawah rata-rata, Berkaca mata, Dengan seragam lusuh! Posisi si gendut sangat memperihatinkan seperti dia dulu, ia merasa sakit di dadanya ketika mengingat masalalu.

Si gendut menatap Bunga mengerti arti tatapan itu. Walau sudah terbiasa dengan tatapan itu, tapi ia tidak suka Bunga menatapnya begitu! Ia pikir Bunga berbeda, ternyata sama aja!

"Terimakasih," ucap si gendut berdiri dan melangkah pergi terpincang-pincang.

"Siapa namamu?"tanya Bunga penasaran.

Lihat selengkapnya