Mencintai sendirian

ismiati wardani
Chapter #21

Mencintai Sendirian BAB 21-MENCINTAI ORANG YANG SAMA

Mencintai Sendirian BAB 21-MENCINTAI ORANG YANG SAMA


Saat jam istirahat. Bunga pergi  ke kantin,  Ia duduk sendiri memakan nasi pecel dengan    sebuah es teh yang terasa segar di tenggorokannya. Karena setiap pagi, ia hanya sarapan dengan segelas susu putih dan roti tawar,  Lalu- ia melihat kegaduhan yang ditimbulkan oleh Fajar dan teman-temannya. Kali ini Fajar menyiram kepala Panji dengan jus. Bunga yang melihat itu tidak tahan!  Hati nuraninya menjerit ingin menolong, tapi ia memilih mengurungkan niatnya karena tidak ingin menjadi pusat perhatian.


Ketika semuanya telah selesai, Panji pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Panji sudah terbiasa dengan hal yang dilakukan oleh Fajar dan teman-temannya. Ia tidak kuasa melawan Fajar karena ia miskin dan tidak berdaya, baginya tidak apa-apa menerima rasa sakit dan penghinaan asalkan ibunya bisa bekerja di tempat Fajar dan menafkahi   ketiga adiknya yang ditinggal ayah mereka dari kecil, rambut dan seragamnya basah,  oleh sebab itu setelah membersihkan  diri. Ia keluar dari kamar mandi berniat  pulang. Tapi-  saat keluar. Ia terkejut milihat Bunga berdiri di depan kamar mandi pria.


"Pakailah," ucap Bunga menyerahkan seragam baru untuk Panji.


"Simpan saja, Aku tidak mau dikasihani!" tolak Panji dingin membuat Bunga terkejut! Setelah itu Panji meninggalkan Bunga yang mematung di tempat.


"Dibantu malah responya dingin banget!" Kesal Bunga pergi dari sana.


💕💕💕


Saat pulang sekolah, ia dijembut Pak Yadi seperti biasa. Bunga memasuki rumah.  Beberapa pelayan sibuk dengan tugasnya masing-masing.

Ia melihat Laras yang sedang mengepel lantai, kalau biasanya Bunga langsung pergi ke kamar untuk istirahat, Kini ia duduk di  sofa ruang tamu  memperhatika Laras yang sibuk mengepel lantai. Rambut hitamnya dicepol asal. Mata, hidung, bibir, sangat sempurna. Dan jangan lupaka Laras memiliki bodi yang seksi.


Pantas saja Kak Leon   tertarik pada Laras.

dibanding aku. Laras lebih cantik dan menarik.


"Laras," panggil Bunga membuat Laras menoleh kearahnya.


"Iya Nona," jawab Laras menghampiri Bunga. "Ada yang bisa saya bantu Nona?"


"Aku ingin buah-buahan  seperti biasanya,"perintah Bunga.


"Baik Nona," jawab Laras pergi ke dapur.


Laras mengambil beberapa buah-buahan di kulkas dan mengupas lalu memotong kecil-kecil. Sekelibat ingatan tentang Leon yang menggendong Bunga membuat  dia merasa cemburu! Tanpa sengaja pisau itu  sedikit menggores tangannya hingga terluka.


"Awwwwww,"  Pekik Laras, darah tanpa henti keluar dari jarinya.


"Hati-hati! Kamu sangat cerobah!" ucap Mirna memarahi Laras! Ia sangat  tidak suka pada Laras Karena anak majikan rumah ini memperlakukan Laras secara berbeda, bahkan sering mengancam pelayan lain untuk bungkam atas hubungannya dengan Laras.


Tak menjawab, Laras pun menaruh jarinya di air yang mengalir, setelah dirasa membaik, ia   pergi ke kamarnya yang berada di belakang untuk mengobati lukanya, sletelah selesai, ia melanjutkan pekerjaannya memotong buah. Kali ini ia berusaha fokus karena tidak ingin terluka lagi. Setelah itu-  ia membawanya ke hadapan Bunga, di lihatnya Bunga sedang menonton televisi.


"Ini Nona, Maaf saya lama karena ada urusan mendadak yang perlu saya kerjakan," ucap Laras menyerahkan piring yang berisi buah-buahan. Dan Bunga menerimanya tanpa mengucapkan terimakasih seperti biasanya. Ia terlalu kesal! Hanya untuk mengedepankan etikanya.


"Duduklah Laras, aku bosan sendiri."


"Saya banyak pekerjaan Nona," tolak Laras karena firasatnya sudah tidak enak.


"Ini perintah!" Jawab  Bunga setengah membentak, ini pertama kalinya Bunga berkata dengan sedikit nada tinggi pada pelayan karena ia selalu memendam amarah dan kecemburuanya sejak lama pada Laras.


Lihat selengkapnya