Mencintai sendirian

ismiati wardani
Chapter #22

Mencintai Sendirian BAB 22- MEMINTA PENJELASAN

Sebelum baca part di bawah, untuk yang di bawah umur. Kalian bisa skip part ini. Karena ada adegan dewasa. Walau sedikit, tapi bijaklah dalam memilih bacaan. Walau cerita ini bukan bertema dewasa. Tapi ada sedikit adegan dewasa untuk kebutuhan cerita.


______________


Mencintai Sendirian BAB 22- MEMINTA PENJELASAN


Setelah menyelasaikan ujian tengah semester, kini Bunga banyak menghabiskan waktu bersama Leon. Karena libur sekolah, tentu kedekatan mereka tidak luput dari pandangan Laras. Membuat wanita itu dibakar cemburu, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa dan memperbaiki kesalahpahaman hubungannya dengan Leon. Karena kekasihnya menutup akses komunikasi dan tidak pernah pergi ke apartemen lagi. Tempat keduanya memadu kasih, Dan sialnya! Laras tidak bisa menemui Leon di rumah ini. Karena semenjak kejadian di meja makan ia harus lebih berhati-hati dan tidak gegabah.


Seprti biasa, Laras mengantarkan piring berisi buah-buahan dan segelas susu kesukaan Bunga. Serta cemilan kesukaan Leon, Suara keduanya tedengar nyaring terdengar dari dapur. Dilihatnya jarak Leon dan Bunga sangat dekat. Keduanya saling tarik menarik ponsel.


"Sini!"


"Tidak mau!" teriak Bunga berusaha merebut ponselnya.


"Apasih? Yang kamu senmbunyikan di ponselmu? foto pacarmu?"tanya Leon curiga pasalnya Bunga menolak utuk memberikan ponselnya saat Leon ingin meminjam.


"Engak-engak, enggak Kak!" teriak Bunga memeluk ponselnya erat, pasalnya terlalu banyak foto Leon yang ia ambil secara diam-diam tanpa sepengetahuan Leon.


"Ehem..... " Laras berdehem setelah melihat kedekatan keduanya cukup lama."Ini Nona. Dan Tuan muda, cemilannya," Laras pun menaruh buah dan cemilan di atas meja ruang tamu.


"Kamu boleh pergi," usir Leon, dan Laras pun berpamitan Lalu pergi dari sana.


"Laras cantik, ya?" tanya Bunga basa-basi.


"Dia cantik, tapi dia. Bukan tipeku," Bohong Leon yang masih bisa di dengar Laras karena dia belum pergi jauh.


"Kalau aku? Apa--aku termasuk tipe Kakak?" tanya Bunga spontan penasaran, Ya. apa dia termasuk tipe Leon? tanya Bunga dalam hati.


"Andaikan kita bukan saudara. Sudah pasti aku akan jatuh hati padamu, dan menikahimu." Tentu saja jawaban Leon sukses membuat Bunga terkejut! "Karena kamu, sama seperti Mama." Jawaban terakhir Leon membuat Bunga kecewa. Karena kasih sayang Leon terhadapnya sama dengan kasih sayangnya pada Renata. Berbeda dengan kasih sayangnya pada Laras yang melibatkan cinta orang dewasa.


"Itu artinya. Kakak tidak mencintaiku, hanya merasa nyaman denganku karena aku menjadi sosok pengganti Mama," ucap Bunga pedih.


"Yah, mungkin kamu hanya cocok dicintai layaknya saudara. bukan dicintai layaknya Istri," ucap Leon terlalu jujur. Menabur garam di atas luka.


Tentu jawaban Leon membuat hati Bunga sakit! Dia tidak ingin memperjuangkan perasaan yang tidak pantas! Tapi, dia tidak pernah berharap dan mengharapkan apapun dari cinta terlarangnya! Tapi mendengar jawaban Leon sangatlah kejam Bagi seorang yang sangat mencintainya. Karena tidak ingin menangis di hadapan Leon, Bunga pun berdiri dan ingin pergi.


"Mau kemana?"


"Ke kamar," jawab Bunga berusaha tidak untuk menatap mata Leon.


"Kamu belum memberi tahu Kakak sandi ponselmu. Mau main kabur aja!"ucap Leon kesal.

Lihat selengkapnya