Mencintai Sendirian BAB 23- TERBANGUN DIPELUKAN LEON
Paginya Laras terbangun dipelukan Leon, Ia menatap pria yang tertidur pulas di sampingnya. Tangannya terulur menggantung di udara. Ia tidak tega, membuat Leon terbangun hanya untuk meraba wajah tampan itu, ia tau Leon sangat kelelahan ketika keduanya baru terlelap dini hari karena melakukan seks berkali-kali. Hingga badannya terasa remuk! Dan bagian bawahnya terasa perih! Dengan pelan. Ia melepaskan diri dari pelukan Leon. Ia menuruni ranjang dan berjalan pelan menuju jendela. Ia membukanya dan menyibak gorden berwarna abu-abu. Sinar matahari langsung menerpa wajahnya lalu menerangi seluruh ruangan. Ia terkejut karena hari sudah siang.
"Sial!" jam berapa sekarang?" Panik! Laras langsung melihat jam dinding yang menunjukkan angka 8 "Kamu sangat ceroboh Laras!" ucapnya pada diri sendiri.
"Bodohnya aku! Karena lupa diri aku tidak pulang ke rumah, bagaimana kalau pelayan lain mencarinku? Atau Bunga dan Tuan Antoni menyadari kalau aku dan Leon sama-sama tidak ada di rumah?"
Laras langsung masuk kedalam kamar mandi dengan tubuh telanjangnya. Ia hanya menggosok gigi dan mencuci muka, Lalu keluar dan memamakai pakaiannya dengan lengkap yang berceceran di lantai. Tak lupa ia merias wajahnya dengan tipis. Hanya memakai bedak dan sebuah lipstik berwarna pink. Lalu mengikat rambutnya asal. Sebelum pergi. Ia mencium bibir Leon pelan membuat pria itu terusik dalam tidurnya, Lalu Laras keluar dari apartemen itu dengan membawa tas belanjaannya.
Sebelum ke rumah Antoni. Ia berbelanja keperluan rumah di supermarket. Ia berbelanja dengan cepat seperti orang dikejar hantu tanpa melihat catatan, ia mengambil asal keperluan dapur termasuk ikan dan sayuran seingatnya saja, lalu ia menaiki ojek online untuk sampai di rumah majikannya. Untungnya tidak ada Antoni maupun Bunga di ruang tamu, jadi dia bisa bernafas lega. Ia berusaha tenang masuk ke dapur. Ia melihat 3 pelayan lain sibuk dengan aktifitas masing-masing. Setelah Laras mengeluhkan ia sibuk melayani Tuan muda karena hanya 3 orang saja pelayan di rumah ini. Antoni langsung pamenambah pelayan baru yang bernama Dewi. Sedikit lebih tua dari Laras, tapi juga cantik, kedua pelayan lain tau hubungannya dengan Leon, tapi-- mereka memilh bungkam karena ancaman sang Tuan muda. Tapi masalahnya bukan pelayan di sini yang ia takutkan. Melainkan Bunga, Anak angkat dari kelurga ini.
2 pelayan bersikap biasa padanya. Hanya Mirnalah yang selalu bersikap sinis dan berbicara pedas padanya. Karena aduan Laras! Sehingga Mirna menerima amarah dari Leon, oleh sebab itu Mirna sangat terang-terangan memusuhinya. Seperti saat ini. Ia menatap sinis pada Laras yang yang menata barang belanjaan di rak dapur.
"Sebaiknya kamu tutupi bekas cupangmu itu!" ucap Mirna membuat Laras terkejut spontan memegang lehernya. " Karena, kalau kedokmu terbongkar! Tamatlah riwayatmu!" ancam Mirna kasar mengambil tas belanjaan yang di pegang Laras untuk ditata pada rak itu.