Mencintai Sendirian BAB 24- FLASHBACK ON CERITA SARTI
Sarti mengalami riwayat penyakit kencing manis sejak dulu. Dan keadaan itu semakin memburuk 1 setengah tahun lalu ketika ia mengalami luka di kakinya. Hingga bolak-balik keluar masuk rumah sakit melakukan pengobatan karena infeksi. Tapi, walau keadaannya semakin memburuk. Dia memaksakan kerja. Walau tubuhnya semakin kurus dan kinerjanya menurun.
Malam itu Antoni memanggil Sarti kedalam kamarnya.
"Duduk Sarti," ucap Antoni yang melihat Sarti hanya diam di tempat, depan pintu. Karena khawatir akan dipecat.
Sarti duduk di hadapan Antoni dengan tubuh bergetar, akibat terlalu takut! Sarti pun menangis membuat Antoni terkejut dan bingung.
"Kenapa kamu menangis?"tanya Antoni heran.
"Ampun.....! Tuan, jangan pecayat saya. Saya sangat butuh pekerjaan ini untuk menafkahi ketiga Anak saya."
Antoni menghela napas pelan. Ia merasa iba, tapi kondisi Sarti sedang sakit. Dan tidak memungkinkan terus bekerja di rumahnya.
"Sebenarnya saya tidak ingin memcatmu. Karena kamu tulang punggung keluarga, tapi saya tidak punya pilihan. Sarti, saya butuh orang yang sehat untuk merawat keduan Anak saya," Antoni terpaksa mengatakannya. Dan itu sukses membuat Sarti semakin menangis.
"Tolonglah Tuan, jangan pecat saya. Saya butuh bekerjaan ini untuk makan dan biaya sekolah Anak saya."
"Berapa usia Anakmu yang tertua?" tanya Antoni sukses membuat Sarti terkejut, sedikit membuat secercah harapa di hati Sarti.
"18 tahun,"
"Laki-laki apa perempuan?"
"Perempuan."
"Kalau perempuan berarti sudah lulus sekolah ya?"
Mendengar pertanyaan itu membuat Sarti gelisah, antara jujur dan menerima penolakan! Atau berbohong menutupi fakta pada seorang yang sangat baik dan berjasa padanya karena membantu membiayai pengobatan Sarti. dan memberi gaji ful walau Sarti jarang masuk kerja. Semua Antoni lakukan karena Sarti pernah bercerita bahwa ia seorang ibu, yang menafkahi tiga anak.
"Anak tertua saya namanya Laras Permata Sari. Dia putus sekolah di saat SD karena kurangnya biaya, juga pernah di penjara karena membunuh seseorang!" ucap Sarti menagis tersedu-sedu mengingat tragedi yang menimpa Putrinya Laras.
Antoni terkejut mendengar itu, tapi dia tidak langsung menghakimi sebelum mendengar alasan di baliknya. Sebelum Antoni bertanya? Terlebih dulu Sarti menjelaskan.