PROLOG
“Sayang, ayo bangun. Sudah siang. Bukannya kamu mau mengajak aku dan anak kita jalan-jalan?”
Aku menggeliat saat merasakan elusan lembut di lenganku yang tengah memeluk guling. Rasanya baru sebentar aku tertidur lagi pagi tadi, kenapa dia sudah membangunkanku lagi? Bukannya ini hari Sabtu dan aku libur kerja?
“Aku masih mengantuk, Sayang. Semalam begadang karena banyak kerjaan.” Dengan suara serak dan tanpa membuka mata, aku menggeram pelan.
“Ibra. Bangun, ih! Anakmu sudah merengek ingin segera berangkat.”