"Dimana Yuki?" Abimanyu bertanya dengan bingung.
"Yuki sedang di taman dengan Erika dan Tyas," Yusuf menjawab dengan sopan.
"Kenapa dia ada disini?" Abimanyu menatap tajam ke arah Fandy.
"Hai om, Hai tante." Fandy melambaikan tangan dan tersenyum dengan takut.
"Ayo duduk dulu pa, ma. Fandy hanya belajar, dia juga sudah berubah." Yusuf menjelaskan dengan sopan.
"Berubah?" Abimanyu menatap Fandy dengan sinis.
"Fandy, ayo minta maaf sama orang tua Yuki." Yusuf menatap Fandy, Fandy bingung.
Fandy mendekati Abimanyu dan Fatimah, Fandy menundukkan kepalanya.
"Saya minta maaf, jika dulu saya menyakiti Yuki. Saya tidak akan melakukan kesalahan yang sama pada siapapun lagi," Fandy mengatakan dengan serius.
"Kami memaafkan," Abimanyu mengatakan dengan tegas, Fandy berdiri tegak.
Fandy tersenyum menatap Abimanyu, "terima kasih om, terima kasih tante."
"Mama ke taman ya, mama kangen sama Yuki." Fatimah tersenyum menatap suaminya.
"Iya ma," Abimanyu tersenyum menatap istrinya, Fatimah pergi ke taman dan mengobrol bersama Yuki, Erika dan Tyas.
"Kenapa kamu bisa berubah seperti sekarang?" Abimanyu menatap Fandy dengan serius.
"Melihat kebahagiaan pak Yusuf dan Yuki, membuat saya ingin memiliki keluarga kecil sendiri. Kebetulan juga, saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seseorang." Fandy menjelaskan.
"Siapa perempuan itu?" Abimanyu bertanya dengan serius.
"Hesti, teman Yuki. Saya jatuh cinta saat bertemu di pernikahan Yuki," Fandy menjelaskan.
"Kamu sudah dapat pekerjaan? Kapan akan melamar dia?" Abimanyu bertanya dengan serius.
"Pa," Yusuf mencoba menegur ayahnya supaya tidak menyakiti perasaan Fandy.
"Saya belum dapat pekerjaan, tapi saya sudah janji kalau tahun depan saya melamar." Fandy menjawab.
"Saya butuh pegawai di restoran, kalau kamu minat. Besok datang ke restoran di jalan melati." Abimanyu menatap dengan serius.
"Terima kasih om, saya pasti datang." Fandy tersenyum bahagia.
"Untuk gaji, sama seperti yang lain. Untuk jam kerja 8jam, kamu bisa pilih shift pagi atau sore." Abimanyu menjelaskan.
"Iya om, terima kasih. Saya pilih shift sore, karena pagi harus kuliah." Fandy mengatakan dengan sopan.
"Nanti saya beritahu manager, supaya kamu bisa kerja shift sore."
Semua tersenyum bahagia, Yusuf tidak menyangka jika ayah mertuanya sangat baik.
Yuki dan yang lainnya masuk ke ruangan dengan tertawa, mereka duduk dan menatap dengan bingung.
"Ayo, kita siapkan makan malam." Yuki menatap ibu dan temannya.