Umar dan Aisyah melihat putranya memeluk Ella, mereka tersenyum karena melihat Akbar yang berubah menjadi lebih baik.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," Umar tersenyum menatap cucunya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," Akbar, Hamzah dan Ella menjawab secara bersamaan. Akbar melepaskan pelukannya, Ella tersenyum melihat kakek nenek.
"Bagaimana keadaan kamu Akbar?" Umar bertanya dengan lembut.
"Aku baik-baik saja abah," Akbar menjawab dengan sopan.
"Alhamdulillah." Umar dan Aisyah menjawab secara bersamaan.
"Ada cucu nenek yang cantik, bagaimana keadaan Ella? Ella sudah makan?" Aisyah bertanya dengan wajah tersenyum.
"Ella sudah makan, kalau nenek sudah makan?" Ella menjawab dengan ceria.
"Alhamdulillah nenek sudah makan," Aisyah tersenyum mendapatkan perhatian dari cucunya.
"Kalau begitu Ella mau pulang, kasihan mama menunggu lama."
"Iya sayang, nak Hamzah tolong antar Ella ya." Aisyah mengatakan dengan sopan.
"Iya umi, kalau begitu kami permisi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Hamzah menjawab dengan sopan.
"Dadah papa," Ella tersenyum menatap ayahnya.
"Dadah Ella." Akbar tersenyum menatap putrinya, Ella dan Hamzah keluar dari rumah sakit.
Ella dan Hamzah melihat Intan sedang duduk dengan Yuki, mereka mendekati Intan dan Yuki.
Ella duduk disamping Yuki dan tersenyum, "tante."
"Iya sayang, Ella apa kabar?" Yuki tersenyum menatap Ella.
"Alhamdulillah, Ella baik-baik saja. Adek bayinya sedang tidur ya tante?"
"Iya, adek sedang tidur." Yuki menurunkan bayinya supaya Ella bisa melihat.
"Lucu ya tante," Ella dan Yuki tersenyum, Hamzah duduk disamping istrinya.
"Bagaimana keadaan mas Akbar?" Intan bertanya.
"Alhamdulillah Akbar baik-baik saja, kamu yang terlalu khawatir sayang." Hamzah tersenyum.
"Alhamdulillah, kita tunggu yang lain ya mas. Kasihan Yuki sendiri disini."