Menembus Tembok Adaptasi

Oleh: Amrullah Ibrahim

Blurb

Ketika realitas perantauan menunjukkan taringnya, malam tidak lagi ramah bagi Arkan. Di kota baru yang bising dan asing, telapak tangannya mulai kasar dan kapalan demi mengejar impian masa depan. Jarak bukan lagi sekadar angka, melainkan ujian mental yang menguji batas kesabaran.

Di seberang sana, di Palembang Darus Salam, Samaira merajut hari-harinya dalam kesunyian. Menemani ibu Arkan di kebun belakang menjadi cara terbaiknya mengalihkan rindu yang kian menumpuk. Di tengah sinyal yang buruk dan surat-surat fisik yang berjalan lambat, keduanya belajar bertahan.

Ketika purnama kedua bersinar terang menembus kaca jendela berdebu, Arkan dan Samaira menyadari bahwa menembus tembok adaptasi ini baru saja dimulai. Berampuhnya rindu pada senyuman menjadi satu-satunya pelindung di tengah kerasnya dunia.

Lihat selengkapnya