Mengabdi Dengan Hati, Mengajar Dengan Arti

Puspa Artheria
Chapter #5

Saling Melengkapi

“Ayo kita salat Magrib berjamaah, Dek,” pinta Sastra yang melihat Widuri masih memejamkan mata saat kepala bersandar di dada Sastra.



Wanita yang rambutnya sebahu itu, membuka mata perlahan. Menatap wajah tampan Sastra, sambil memulas senyum.



“Iya, Mas,” jawabnya dengan suara lembut. 



Kemudian mereka beranjak dari tempat tidur dan bergantian untuk berwudhu. Sastra memakai atribut yang berbeda ketika mau salat, yaitu: memakai baju koko, sarung, dan kopiah selalu dikenakannya saat menghadap Sang Khaliq. Widuri sudah memakaikan mukenanya. Kemudian mereka mulai mengerjakan salat Magrib berjamaah. 



Selesai salat dilanjutkan dengan berdoa. Setiap untaian doa yang terlontar berharap Allah ijabah. Dan semua itu, terjawab satu per satu. Sastra yang ingin merencanakan program belajar gratis untuk anak-anak belum sekolah, sedang dalam tahap lanjutan untuk diproses. Sedangkan Widuri, memulai usaha rajutan dan sudah mencoba promosi di media online. Alhamdulillah ada yang mau order. Semua itu adalah cara terbaik Allah pada hamba-Nya yang selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan. Dengan upaya maksimal tanpa ada berkeluh kesah. 



Begitu juga dengan membina sebuah hubungan antara suami dan istri. Sastra mencoba untuk menjadi suami  terbaik bagi Widuri selama pernikahannya yang sudah hampir dua tahun. 



Tahun pertama mereka menikah untuk saling memahami karakter masing-masing. Sastra tipikal lelaki yang tanpa syarat. Menerima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh Widuri. Sang istri juga sebaliknya, melihat Sastra adalah lelaki sempurna yang Allah jodohkan dengannya. Setiap kekurangan yang ada pada diri masing-masing, menjadi pelengkap. Mereka sudah berjanji setelah ijab kabul, bahwa menikah itu untuk membentuk sebuah keluarga bahagia yang diridhoi Allah tanpa ada pertengkaran di dalamnya. Akhirnya, mereka bisa melalui itu di awal pernikahan. 



Tahun kedua, Allah menitipkan amanah yang sudah lama mereka nantikan. Sastra sangat bahagia sekali mendengar kabar bahwa Widuri positif hamil. Dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. 



Hal yang sama dirasakan juga oleh Widuri. Akan menjadi seorang ibu bagi anak yang masih ada dalam rahimnya. Rasa syukur itu tidak pernah berhenti terucap. Allah limpahkan nikmat dan keberkahan dalam keluarga. 



Mereka masih duduk bersimpuh setelah selesai berdoa. Sastra selalu melakukan kebiasaan mendoakan istrinya dengan menempelkan telapak tangan kanan di atas kepala. Widuri merasakan ketenangan dalam jiwanya. Lelaki yang berstatus suami itu, sudah membawa pengaruh besar dalam hidup. Semoga Allah memberikan kesehatan padanya dan keberhasilan dari upaya yang sedang dilakukan.



Kebiasaan yang sering dilakukan lainnya adalah membaca Al-Quran. Sastra membimbing istrinya, jika ada yang kurang tepat. Sehingga Widuri bisa memperbaikinya sampai bisa membaca dengan benar. Semua dilakukan oleh Sastra dengan sabar untuk membimbing istrinya. Seperti sedang mengajari anak-anak di sekolah. Pelan-pelan, dan bisa dimengerti. Seperti itulah cara Sastra mengajar pada anak didiknya. Penuh kesabaran. Meskipun pada awalnya sangat berat untuk dijalani. Dengan pertolongan Allah, semua akan menjadi mudah. 



“Alhamdulillah, baca Al-Qurannya sudah lancar. Sering-sering mengulang bacaan ya. Biar tidak lupa,” ucap Sastra seperti sedang menasihati anak-anak di sekolah.

Lihat selengkapnya