Dengan sabar Sastra masih menunggu kedatangan para warga, yang disambut oleh Tarjo, sambil mempersilakan mereka duduk di kursi. Awalnya hanya satu orang, lama-lama bergerombol datang ke tempat ini. Sastra tidak henti-hentinya berucap syukur dalam hati. Betapa besar kasih sayang Allah pada makhluk-Nya. Semoga apa yang dilakukan hari ini, menjadi jalan ikhlas untuk mendapatkan ridha-Nya.
Kursi yang tadinya kosong sudah terisi penuh. Ada yang datang sendirian dan ada juga dengan anggota keluarga lengkap. Tarjo memberikan sambutan terlebih dulu pada warga yang telah bersedia datang menerima undangan. Mengucapkan terima kasih atas partisipasinya. Setelah itu, giliran Sastra untuk mensosialisasikan program yang sudah dibuat. Lelaki itu menyalakan laptopnya. Mencari dokumen tentang sosialisasi belajar gratis. Alhamdulillah, dengan membaca bismillah. Sastra mulai berbicara dihadapan semua orang.
Ucapan salam terlontar dari mulutnya, kemudian dilanjutkan dengan ucapan terima kasih pada kepala desa yang sudah membantu terlaksananya sosialisasi hari ini. Tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih juga pada warga yang mau meluangkan waktu untuk hadir.
Sastra menjelaskan pada warga desa dengan adanya program belajar gratis ini, anak-anak bisa membaca dan menulis. Kemudian Sastra meminta bantuan pada orang tua, agar memberikan motivasi untuk anak mereka. Bersedia untuk mengikuti program ini dan tanpa paksaan.
Dukungan dari orangtua sangat berpengaruh besar untuk masa depan anak mereka. Jangan biarkan mereka tidak mendapatkan haknya untuk belajar. Karena semua anak harus mendapatkan fasilitas pendidikan. Meskipun tidak bersekolah, dengan adanya program ini, Sastra akan membantu menjadi guru sementara untuk anak-anak. Hingga selesai tugasnya. Sampai tercapainya tujuan bisa membaca dan menulis.
Semua warga mendengarkan dengan seksama, apa yang dikatakan oleh lelaki yang sedang berdiri di hadapan mereka sambil memegang mikrofon. Sastra melanjutkan lagi bicaranya.
“Bapak dan Ibu semuanya, program ini gratis tidak ada pungutan biaya sepeserpun. Karena program ini adalah mengajar dengan rasa syukur dengan ikhlas tanpa pamrih. Bapak dan Ibu bisa pegang kata-kata itu.”
Sastra mengakhiri sosialisasinya dan meminta pada orang tua untuk mengisi formulir pendaftaran siswa dalam program belajar gratis.
Setelah Sastra mengucapkan pesan terakhir, yang membuat hati semua orang terenyuh.
“Jika Bapak dan Ibu ingin melihat anak-anak mendapatkan hak mereka untuk belajar. Maka, izinkan! Jangan kita melarangnya. Anak-anak itu sangat unik dengan bermacam karakter dalam diri mereka. Tumbuhkan motivasi dan berikan yang terbaik untuk masa depan mereka.”
Sebagian warga ada yang menangis, setelah mendengar nasehat itu. Seorang Sastra memang sangat mengagumkan. Tarjo memulas senyum karena apa yang dilakukan oleh lelaki bertitel guru itu, sungguh luar biasa pengaruhnya.
“Anda itu lelaki yang hebat. Bapak bangga sekali bisa bertemu dengan kamu,” ucap Pak Tarjo sambil menepuk pundak Sastra dan berjabat tangan.
“Terima kasih atas pujiannya. Kalau tidak bertemu Bapak, mungkin sosialisasi ini hanya sekadar wacana. Allah telah memberikan jalan kemudahan melalui Bapak.”