Mengabdi Dengan Hati, Mengajar Dengan Arti

Puspa Artheria
Chapter #16

Menarik Perhatian

Selesai makan malam, Sastra dan Tarjo mengobrol sebentar mengenai teknis peminjaman peralatan yang dibutuhkan untuk menonton. Besok pagi mau menghubungi salah satu petugas di kecamatan. Semoga ada yang bisa mengantarkan peralatannya ke rumah.



Sastra mengatakan, sebaiknya anak-anak nonton di malam hari. Tempatnya bisa di depan halaman saja. Kita harus meminta izin pada para orang tua. Kalau tidak memungkinkan, ya… bisa di pagi hari juga. Akan tetapi, harus di dalam rumah. 



Tarjo menyetujui saran dari Sastra. Yang penting kita pikirkan cara bagaimana bisa mendapatkan izin dari orang tua mereka dan anak-anak pun bisa dikondisikan.



Apa yang dikatakan Tarjo, membuat Sastra harus menyusun kalimat sederhana untuk mengobrol sebentar dengan orangtua. Tak terasa dengan adanya saling mendukung, rencana pasti terealisasi. Kedua lelaki itu menyudahi obrolan mereka. Karena waktu pun berputar begitu cepat. Sastra berpamitan untuk istirahat di kamar. Tarjo juga sama ingin melepaskan lelah dengan segera tidur. Biar besok pagi bisa mendampingi Sastra lagi mengajar anak-anak sampai mereka bisa. 



Dalam kamar, Sastra menyempatkan untuk mencari video belajar, yang pernah disimpan dalam satu file media belajar anak di SD Wonosobo. Setelah melihat-lihat, akhirnya menemukan juga video belajar yang cocok sebagai media belajar.



Setelah itu, laptop dimatikan karena rasa kantuk sudah datang menyerang. Sastra harus tetap semangat, perjalanan masih belum usai, masih ada waktu untuk menempuh prosesnya. Semoga Gusti Allah selalu memberikan kelancaran. 



Dia pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu memejamkan mata.



Adzan Subuh membangunkan tidurnya yang begitu terlelap. Sastra menggeliatkan tubuh. Melihat jam yang ada dalam handphone sudah menunjukkan pukul 04.45. Segera beranjak dari tempat tidur. Bergegas menuju kamar mandi untuk berwudhu. Setiap salat Subuh tiba, belum bisa menyempatkan untuk  berjamaah di masjid. Rasa kantuk kadang mengalahkan segalanya. Karena tubuh yang capek dan otak lelah berpengaruh juga pada kondisi tubuh kita. Kalau tidak terbangun oleh suara adzan, mungkin akan kebablasan. Alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan mengerjakan salat Subuh untuk bertemu dan bermunajat setiap waktu. Tak akan pernah lelah bagi Sastra, melakukan sebuah kewajiban, yang tidak pernah ditinggalkan karena takut melanggar sehingga akibatnya menjadi dosa.



Selesai salat Subuh, kembali dia menyalakan laptopnya. Ternyata baterainya sudah mau habis. Akhirnya, harus diisi penuh agar nanti pas nonton tidak sambil dicas. Sastra selalu merawat barang-barang miliknya dengan baik dan usia laptop itu sudah lama sekali, hampir 7 tahun digunakan masih bagus. 



Sambil menunggu laptop penuh, Sastra beranjak dari kursi menuju dapur karena ingin menghangatkan tubuhnya dengan minum teh manis hangat. 


Lihat selengkapnya