Mengabdi Dengan Hati, Mengajar Dengan Arti

Puspa Artheria
Chapter #19

Cerita Tentang Joko

Setelah anak-anak pulang dijemput sama kedua orang tua mereka. Sastra mengucapkan terima kasih pada Tarjo dan juga Joko yang sempat membantu di hari kedua anak-anak menonton. Alhamdulillah semua bisa berjalan dengan lancar untuk menghafalkan huruf. Berlanjut ke tahap membaca. Mungkin ini akan memakan waktu lama. Sastra masih ada waktu 3 hari. Karena ada pekerjaan yang belum selesai, yaitu: mengolah nilai raport anak-anak kelas 1 di SD Wonosobo. Ada waktu satu pekan lagi untuk mengisi ke buku raport. 



Infocus dan layarnya sudah dirapikan dan akan dikembalikan ke kecamatan. Nanti pak Solihin yang datang kemari untuk mengambilnya. Tarjo menyuruh Joko untuk ikut belajar juga sama anak-anak. Akan tetapi, Sastra mengatakan kalau Joko sudah pintar menulis huruf. Mendengar penjelasan itu, Tarjo memulas senyum. Ternyata keponakannya tidak menjadi anak yang bermasalah, meskipun tinggal di luar tidak bersama orangtuanya.



Joko tidak sengaja mendengarkan percakapan kedua orang yang berbeda usia itu. Dia memang belum menceritakan pada kedua orangtuanya, kalau selama di luar sana. Dia sudah belajar menulis dan membaca. Akhirnya, dengan kesungguhan, Joko bisa melalui itu semua. Meskipun setiap hari harus ke sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut tidak membuat Joko merasa malu. Justru membuat dia ingin terus belajar dan tidak mengenal kata lelah. 



“Le, kamu belajar menulis sama siapa?” Akhirnya pertanyaan itu terlontar juga dari mulut pakdenya.



Saatnya Joko mengatakan, bahwa selama ini apa saja yang sudah dilakukan di lingkungan luar.



“Joko ikut belajar di sekolah, Pakde. Karena saat di tempat wisata bertemu dengan Pak Guntur. Seorang guru dari SDN Dieng. Beliau yang mengajarkan huruf dan menulis.” 



Mendengar penjelasan dari Joko, Tarjo dan Sastra memulas senyum. Salut dengan kegigihan Joko dalam menempuh itu semua. Anak seusianya hanya segelintir saja yang ingin serius belajar. Kebanyakan mereka malas karena tidak ada dukungan dari kedua orangtua. Kalau Joko, berbeda sekali, meskipun ayahnya sudah melarang dia untuk menuntut ilmu. Tidak ada kata menyerah untuk mencoba. Karena Joko ingin menjadi anak yang mencerdaskan bangsa. 



Dengan ketulusan hati Pak Guru Guntur, yang telah membimbing Joko. Kini, anak lelaki itu ingin terus melatih potensinya. Selain, mencari ilmu yang sudah ditempuh. Joko juga sudah bisa menghasilkan uang sendiri dari hasil menjadi pemandu di tempat wisata. Sehari bisa mendapatkan tips 25.000, kalau banyak pengunjung yang berdatangan. Dan uang itu Joko tabung. Untuk makan sehari-hari ada yang ngasih. Alhamdulillah Joko sudah menjadi anak yang pandai bersyukur. Dengan begitu, dia sudah mau berpikir maju untuk menatap masa depan. Mau jadi apa nanti saat dirinya sudah besar?



Sastra menyarankan kalau kejauhan belajar ke sekolah lebih baik ikut belajar dulu dengan anak-anak yang sudah mendapat bimbingan darinya. Joko merasa senang bisa diterima oleh Sastra menjadi muridnya. Memang benar jarak tempuh dari Desa Dieng Wetan ke SDN Dieng itu sangat jauh. Joko menempuhnya dengan berjalan kaki, lumayan capek juga. Karena dia tinggal di sekitar pedesaan dekat tempat wisata bersama teman-teman yang menjadi pemandu. 



“Kamu ndak usah jadi pemandu lagi, Le. Biar Pakde yang memberikanmu kebutuhan makan sehari-hari. Fokus saja sama belajar.” Permintaan dari Tarjo membuat Joko merasa sungkan juga. Karena dia tidak mau merepotkan. 



“Ndak apa-apa, kok. Biar Joko terbiasa mandiri juga. Tidak membebani orang lain.”



“Kamu salah kalau berpikiran seperti itu, Le. Pakde ikhlas menolong kamu. Sudah, tinggal saja di sini, ya.” 



Akhirnya, Joko tidak bisa menolak dengan kebaikan Tarjo yang diperlihatkan sehingga membuat hatinya luluh seketika. Seandainya sang ayah juga baik seperti adiknya, Joko akan sangat bahagia. Bisa tinggal bersama kedua orangtuanya. Dia sudah kehilangan sosok ayah dalam keluarga. Akan tetapi, banyak sosok ayah yang lain dia temukan. Joko merasa bahagia. Ternyata Allah masih sayang padanya. Tidak membiarkan hidup sendirian di dunia.

Lihat selengkapnya