Anak-anak sudah diantar oleh kedua orangtuanya. Ini hari kelima Sastra mengajar mereka. Sebelum para orang tua pulang, mereka memberitahukan ada yang belum sempat menstimulasi anak mereka karena ada pekerjaan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Sebagian anak membawa bahan untuk membuat playdough. Sastra tidak mempermasalahkan dan memaklumi orang tua yang belum bisa membantu anak mereka.
Setelah berpamitan, anak-anak langsung berbaris dan menyalami Sastra satu per satu. Hari ini yang tadi akan memulai untuk membaca buku, ditunda dulu karena mau membuat playdough bersama. Mereka akan kembali belajar di rumah Tarjo.
Joko sudah mempersiapkan baskom berukuran sedang untuk membuat adonan playdough. Pewarna makanan juga sudah tersedia. Sebelumnya, Sastra mengajak ngobrol Joko untuk belajar hari ini. Agar mempersiapkan bahan untuk membuat playdough bersama dan juga belajar mengenal warna.
Satu kilo terigu sudah dimasukkan ke dalam baskom, kemudian ditambahkan air dan garam, setelah itu baru diuleni sampai kalis. Anak-anak melihat proses pembuatan playdough yang dilakukan oleh Sastra. Setelah kalis, adonan dibagi menjadi beberapa bagian dimasukkan ke dalam mangkuk kecil sambil ditambahkan pewarna makanan.
Dalam mangkuk terdapat playdough dengan berbagai warna. Ada warna dasar: merah, kuning, dan biru. Nanti anak-anak akan belajar membuat bentuk bebas dan mencampurkan ketiga warna dasar tersebut.
Sastra menyuruh anak-anak mengambil mangkuk yang sudah ada warna dasarnya. Setiap anak kebagian 3 mangkuk, kemudian mereka akan mendengarkan perintah dari pak guru.
Joko pun ikut mengambil sisa 3 mangkuk lagi untuk belajar mencampurkan warna bersama anak-anak. Sastra mulai memberikan arahan pada muridnya yang sudah siap belajar.
“Baiklah, sekarang kita akan belajar mengenal warna dengan mencampurkan warna dasar yang ada dalam mangkuk. Nanti kalian akan mencobanya bergantian. Bapak ingin melihat kegiatan kalian mencampur warna. Selesai itu, baru kita membuat bermacam-macam bentuk.”
Setelah mendengarkan penjelasan, anak-anak mulai mengerjakan. Kemudian Sastra menyuruh mereka untuk memulainya.
Pertama mencampurkan warna dasar merah ditambah biru menjadi ungu. Warna dasar biru ditambah kuning menjadi hijau. Warna dasar kuning ditambah merah menjadi orange. Sastra sudah memberitahukan pada anak-anak sambil memberikan contoh. Setelah itu mereka mencoba masing-masing dan didampingi oleh Sastra.
Mencampurkan warna selesai juga. Sastra menyuruh anak-anak untuk menyebutkannya.
“Coba kalian sebutkan warna yang belum tercampur sama yang sudah dicampur.”
“Merah, kuning, biru, ungu, hijau, dan orange.” Anak-anak serempak menjawab.
Sastra mengacungkan dua jempol pada mereka karena menjawab dengan benar sebagai bentuk apresiasi.
Setelah itu, ada satu tugas lagi yang harus dikerjakan, yaitu: membuat bentuk bebas dari playdough yang sudah tercampur warnanya.
Anak-anak kembali berkreasi hasil buatan sendiri. Ada yang membuat orang-orangan, topi, dan juga hewan. Mereka sepertinya sering bermain tanah liat yang digunakan untuk mainan.
Kembali Sastra melihat satu per satu hasil karya mereka. Semuanya pada bagus dan kreatif. Anak-anak sudah bisa menghasilkan karya sendiri tanpa bantuan gurunya.