Selesai berolahraga, mereka berjalan kaki untuk pulang menuju rumah Tarjo. Di perjalanan, langkah kaki lelaki tua itu agak sedikit lambat. Tarjo mulai merasakan nyeri di otot tangan dan kaki. Rasa pegal yang sedikit membuatnya harus berjalan sangat pelan. Namun, dia menahannya agar Sastra dan Joko tidak khawatir akan kondisinya.
Anak-anak berjalan agak cepat, seperti tidak merasakan lelah sudah berolahraga. Mereka menikmati dengan suasana hati sangat senang. Bagi mereka, itu yang baru pertama dilakukan. Karena tidak pernah berolahraga seperti tadi. Kebanyakan anak-anak suka bermain layangan. Dengan menggunakan kekuatan otot tangan yang menarik benang dari layangan agar tidak putus. Dan mereka suka berlari mengejar layangan putus, sehingga bisa kencang larinya.
Akhirnya, sampai juga di halaman rumah. Sastra menyuruh anak-anak untuk beristirahat dalam rumah. Joko memapah Tarjo masuk ke rumah. Rupanya sudah tidak bisa berjalan sendiri. Anak-anak dipersilakan duduk dan memakan camilan.
Para orang tua sudah membekali tempat minum masing-masing. Anak-anak sudah merasa kehausan. Mereka mulai membuka tutup botol dan meneguk air dalam botol dan menyisakan air setengah untuk diminum lagi.
Sastra melihat Tarjo sedang beristirahat sambil duduk di kursi ditemani oleh Joko. Sepertinya lelaki itu, sedang merasakan sesuatu. Sastra melangkah mendekati.
“Apa yang Bapak rasakan?”
“Sudah mulai merasakan pegal-pegal pada tangan dan kaki. Mungkin karena baru berolahraga lagi. Bapak, kan tidak pernah melakukan gerakan senam.”
“Sebaiknya, Bapak istirahat dulu. Nanti pegal-pegalnya hilang sendiri. Kalau mau pakai obat. Gunakan obat oles untuk menghilangkan rasa pegal. Nanti Sastra aja yang beli di apotek.”
“Ndak usah Mas, nanti Bapak minta tolong sama suaminya Mbok Darmi.”
“Oh iya, Pak, silakan.”
Selesai ngobrol dengan Tarjo, Sastra kembali menghampiri anak-anak. Mereka tampaknya sudah selesai makan camilan dan minum. Selanjutnya, Sastra akan menyampaikan satu hal. Karena ini sangat penting untuk program kelanjutan belajar gratis ini.
“Anak-anak, Bapak mau minta tolong perhatiannya. Besok adalah hari terakhir belajar bersama Bapak. Karena masih ada tugas yang belum diselesaikan. Bapak mau izin untuk pulang dulu ke Wonosobo.”
Mendengar perkataan dari Sastra, mereka tampak bergeming, tidak ada satu anak mengubah posisi duduknya. Seperti sudah mengetahui, bahwa Sastra besok terakhir mengajar.
Nanti pembicaraan ini akan disampaikan pada orang tua. Tepatnya besok sebelum anak-ank pulang. Hari ini pelajaran sampai di sini. Anak-anak dipersilakan pulang.
Beberapa menit berlalu, para orang tua mulai berdatangan. Sastra menyuruh untuk mengikuti pemberitahuan terlebih dahulu pada mereka tentang yang tadi sudah disampaikan.
“Maaf Bapak dan Ibu sebelum pulang. Mau meminta waktu sebentar untuk menyampaikan informasi yang tadi sudah disampaikan pada anak-anak. Bahwa besok hari terakhir, mengajari anak-anak. Sekian informasinya.”
Setelah mendengar penjelasan dari Sastra, para orang tua mulai merasa sedih. Tapi, mau bagaimana lagi. Pak Sastra bukan guru tetap di sini karena programnya hanya sementara. Mereka menerima keputusan itu. Sambil bersalaman sebelum pergi meninggalkan rumah Tarjo, mereka mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya selama ini. Kemudian mereka pun berpamitan untuk pulang.