Hari yang ditunggu sudah tiba. Sastra dapat menyelesaikan pengolahan nilai yang dikerjakan selama satu pekan. Bersamaan dengan mengoreksi soal kesepuluh anak didiknya, hasil dari program belajar gratis. Semua tidak ada yang mengecewakan. Alhamdulillah perkembangan yang sangat bagus.
Terakhir mendengar kabar Tarjo, dua hari yang lalu. Keadaannya sudah membaik. Tangan dan kaki bisa digerakkan. Kabar tadi pagi Sastra dapatkan, bahwa ayah mertuanya sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Alhamdulillah Allah Maha Baik.
Widuri dibantu oleh Rasminah sedang menyiapkan sarapan pagi. Hari ini menu yang dihidangkan ada telur balado dan tempe bacem. Sastra menghampiri mereka yang baru selesai memasak.
“Duduk sini, Mas.”
Sang istri meminta Sastra untuk duduk di kursi sebelahnya, yang sedang berdiri menaruh nasi ke dalam piring dan lauknya. Sastra mengucapkan terima kasih. Kemudian menyapa ibu mertuanya untuk sarapan bersama.
Selesai sarapan, Sastra langsung berpamitan karena pembagian raport kelas 1 SD dimulai jam 7 pagi. Motor matic yang dikendarainya melaju pelan meninggalkan rumah kontrakan.
Karena jarak tempuh dari tempat tinggal ke sekolah tidak begitu jauh, Sastra selalu menjalankan motornya pelan dan penuh hati-hati. Dia tidak pernah menyerobot meskipun kondisi jalanan sedang macet total. Sastra selalu menjalankan aturan dengan disiplin. Sehingga dibawa ke sekolah untuk diterapkan pada anak-anak. Agar masuk sekolah jangan telat. Nanti akan mendapat sanksi bagi yang sering terlambat datang.
Motor yang dikendarainya memasuki area halaman parkir sekolah. Sudah ada beberapa motor yang terparkir di sana. Sastra bergegas menuju ruang guru sambil menggendong tas ranselnya di pundak.
Bapak dan Ibu Guru menyambut kedatangan Sastra dalam ruangan. Mereka saling berjabat tangan dan berucap salam. Selesai itu, Sastra menuju meja guru. Lalu menyimpan tas ranselnya. Sambil menunggu waktu menuju pembagian raport tiba.