Blurb
Abdul Mukti itu miskin, rumahnya jelek dan kecil, tapi cita-citanya adalah menjadi Presiden RI, dia sudah berkampanye sejak tahun 2009 sampai sekarang (2026), hampir semua tetangga-tetangganya, teman-temannya bahkan saudara-saudaranya di keluarga besarnya tidak ada yang mendukung. Ejekan atau hinaan sudah menjadi makanan sehari-hari. Bahkan mereka berharap ia berhenti dari bercita-cita menjadi Presiden Republik Indonesia. Banyak orang yang menganggap cita-citanya menjadi Presiden Republik Indonesia tidak mungkin tercapai. Tetapi ia yakin, in sya Allah bisa, malah ia mengajukan pertanyaan mau tidak rakyat memiliki seorang pemimpin atau presiden yang benar-benar berkualitas dalam arti yang seluas-luasnya?
Tampilnya capres-capres yang sedang menjabat sebagai gubernur atau menteri atau mantan gubernur atau mantan menteri, bahkan petahana (presiden yang sedang menjabat sekarang) sekalipun tidak membuatnya takut, nyalinya tidak ciut sedikitpun. Dari tahun ke tahun dan dari Pilpres ke Pilpres banyak orang yang mengajukan pertanyaan ke anak-anaknya: "Apakah ayah kamu masih mau nyapres?" Sesuai arahannya anaknya menjawab: "Masih". Ia pun memuji anaknya karena telah menjawab pertanyaan tersebut dengan benar. Baginya tidak ada yang menghentikannya kecuali ia sakit atau meninggal dunia.
Hidupnya penuh dengan cobaan dan petualangan. Baginya mencalonkan diri menjadi calon presiden adalah dalam rangka melaksanakan perintah Nabi Muhammad SAW yaitu "Man roa minkum munkaron fal yughoyyiruhuu biyadih" yang artinya "Barangsiapa di antara kamu yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya atau kekuasaan." Menurutnya cara yang paling efektif untuk memberantas kemungkaran dan kejahatan dalam arti yang seluas-luasnya adalah hanya dengan menjadi presiden, bukan yang lain, karena panglima TNI dan Kapolri serta para menteri di bawah presiden, tinggal mendidik dan memerintahkan mereka dengan perintah yang benar maka negara akan terselamatkan dari orang-orang yang korup. Akankah perjuangan dan petualangan Abdul Mukti bisa menjadi kenyataan? Apakah cita-citanya akan tercapai? Simak dan baca novel ini dari awal hingga akhir untuk mendapatkan jawabannya.