Mengejar Dosa

Rifin Raditya
Chapter #1

Prolog

Tengah malam membuat surau seperti kehilangan suara. Tak ada lantunan ayat, tak pula dengus napas santri yang biasa tertidur berserakan selepas mengaji. Hanya kayu-kayu tua yang sesekali mengeluh setiap kali diinjak.

Aji menaiki tangga menuju lantai atas, hendak mengambil sebuah kitab yang diminta ustaz untuk pelajaran esok hari. Langkahnya ringan, nyaris tak terdengar. Ia hafal benar setiap anak tangga yang selalu berderit pada pijakan ketiga dan keenam.

Belum sempat mencapai rak kitab, telinganya menangkap sesuatu yang membuatnya berhenti. Mula-mula begitu samar hingga ia mengira angin sedang mempermainkan celah-celah dinding. Namun suara itu datang lagi, lebih jelas, mematahkan segala dugaan.

Sebuah desahan perempuan. Pendek. Tertahan. Lalu menghilang, seolah seseorang buru-buru menelannya kembali.

Lihat selengkapnya